SURABAYA, RadarMadura.id – Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPRKPCK) Jawa Timur (Jatim) melaksanakan bimbingan teknis (bimtek) drainase di Surabaya Minggu (18/7).
Bimtek itu mengangkat tema Inovasi Pengelolaan Sistem Drainase sebagai Sumber Energi Terbarukan dan Mitigasi terhadap Ancaman Perubahan Iklim.
Kepala DPRKPCK Jatim I Nyoman Gunadi, S.T., M.T. mengatakan, sistem drainase terpadu dirancang untuk mengatasi masalah banjir perkotaan.
Misalnya, drainase, kolam retensi, dan pompa air. Tujuannya, mengalirkan air hujan dengan cepat dan efisien. Juga sebagai sumber energi alternatif.
Pengelolaan air yang baik melalui sistem drainase bisa meminimalkan kehilangan air yang tidak terpakai dan meningkatkan produktivitas.
Misalnya, dalam industri pembangkit listrik tenaga air. Drainase sangat penting untuk memastikan pasokan air yang konsisten dan efesiensi operasional PLTA.
Dia mengungkapkan, ada beberapa tujuan dilaksanakan kegiatan itu. Di antaranya, memahami peran infrastruktur drainase dalam upaya adaptasi dan mitigasi bencana banjir terkait konsep climate resilient infrastructure, meningkatkan pengetahuan tentang cara alternatif startegi pengembangan potensi energi terbarukan di jaringan irigasi dengan pembangkit listrik tenaga mikro hidro.
Kemudian, mendapatkan pemahaman langkah mitigasi Kota Batu antisipasi bencana banjir di hulu Sungai Brantas dan mengetahui salah satu bentuk implementasi penggunaan sistem drainase atau irigrasi sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Universitas Muhammadiyah Malang. (bam/luq)
Editor : Ina Herdiyana