Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sejahterakan Masyarakat Lewat Shodaqoh Oksigen, Khofifah Ajak Rawat Alam

Amin Basiri • Sabtu, 27 Juli 2024 | 22:16 WIB
KOMPAK: Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri kegiatan Pemulihan Ekosistem di Graha Unesa, Jumat (26/07).
KOMPAK: Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri kegiatan Pemulihan Ekosistem di Graha Unesa, Jumat (26/07).

SURABAYA, RadarMadura.id - Khofifah Indar Parawansa mengajak merawat alam dan menyejahterakan masyarakat lewat shodaqoh oksigen.

Salah satunya bisa dilakukan dengan menanam mangrove sebanyak mungkin, hal tersebut disampaikan beliau saat menghadiri kegiatan Pemulihan Ekosistem oleh Masyarakat Kehutanan Jatim di Graha Unesa, Jumat (26/07).

Khofifah mengatakan, shodaqoh oksigen penting karena tidak hanya mampu mencegah dampak perubahan iklim.

Tapi juga mampu menyejahterakan masyarakat lewat berbagai produk hilirisasi yang dikembangkan dari tanaman.

”Kenapa disebut shodaqoh, karena bila kita menanam tanaman, maka selama tanaman itu terus memproduksi oksigen dan menyerap karbondioksida, itu akan menjadi amal jariyah kita,” terangnya.

Shodaqoh oksigen juga bisa dikategorikan lidaf'il bala (menolak bala), terutama menolak bala dari perubahan iklim dunia dan pemanasan global.

Apalagi perubahan iklim dunia terajadi disemua belahan bumi manapun, pemanasan global sudah menjadi pekerjaan bersama diberbagai negara.

Menurutnya, shodaqoh oksigen melalui gerakan menanam mangrove sudah lakukan sejak lama, hampir di seluruh pesisir di Jatim.

Selama lima tahun menjabat sebagai Gubernur Jatim periode 2019-2024, pihaknya terus menggalakkan gerakan tanam mangrove daerah bersama berbagai elemen.

Tidak hanya tanam mangrove, tetapi juga memeliharanya, pelepasliaran burung dan tebar benih ikan.

"26 Juli kemarin adalah hari mangrove dunia, ini menjadi penting karena mangrove bisa menyerap karbon dioksida sampai lima kali lebih besar.

Artinya mangrove juga bisa membantu bagaimana produksi oksigen lima kali lebih banyak," imbuhnya.

Dia mengungkapkan, selain kegiatan penanaman mangrove, juga menginisiasi kegiatan Festival Mangrove.

Kegiatannya tidak hanya penanaman mangrove tapi berbagai aktivitas menyeluruh dari hulu ke hilir.

"Bagaimana upaya menyejahterakan masyarakat lewat hilirisasi berbagai produk mangrove.

Ada batik, tepung, sirup, dan berbagai produk makanan dan minuman lainnya. Bahkan beberapa waktu lalu saat pertemuan KTT G20 di Bali, salah satu souvenirnya adalah batik dari pewarna mangrove," katanya.

Diharapkan, hilirisasi produk mangrove bisa lebih disebarluaskan lagi, sehingga masyarakat mengetahui bila mangrove dibudidayakan secara lebih masif, maka nilai tambahnya akan lebih tinggi lagi.

Membangun komitmen dibutuhkan di semua lini. Supaya bisa menjaga kelestarian dari mangrove dan seluruh habitat yang ada di lingkungan hutan mangrove terus terjaga.

"Kita bersyukur masyarakat Jawa Timur memiliki tingkat partisipasi yang luar biasa untuk melakukan gerakan shodaqoh oksigen ini.

Oleh karena itu, apa yang menjadi kekuatan untuk bisa bersama-sama menanam dan memelihara hutan mangrove termasuk habitat di dalamnya, adalah upaya kita untuk menjaga ekosistem mangrove," pungkasnya. (Bam)

Editor : Amin Basiri
#gubernur jatim #shodaqoh alam #mangrove #khofifa indar parawansa