Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Kemenag Pastikan Jemaah Haji Meninggal Dapat Asuransi

Ina Herdiyana • Rabu, 26 Juni 2024 | 19:11 WIB
IBADAH: Jemaah kloter 100 KBIHU Asshafa menjalankan city tour di Kota Makkah, Senin (24/6). (KBIHU ASSHAFA UNTUK JPRM)
IBADAH: Jemaah kloter 100 KBIHU Asshafa menjalankan city tour di Kota Makkah, Senin (24/6). (KBIHU ASSHAFA UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kementerian Agama (Kemenag) memastikan, setiap jemaah haji yang meninggal dunia mendapat asuransi.

Kebijakan itu mencakup upaya perlindungan jiwa dan kecelakaan bagi setiap jemaah.

Namun, seorang jemaah asal Bangkalan Daniar Sukmawati yang dikabarkan meninggal di Makkah, Jumat (21/6), belum bisa dipastikan menerima jaminan tersebut.

Sebab, Daniar berangkat menggunakan jasa travel Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) Jakarta.

”Nama almarhumah tidak terdata di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Bangkalan, jadi saya kurang tahu,” ungkap Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Bangkalan Arif Rochman, Senin (24/6).

Arif menyatakan, lembaganya hanya bisa memfasilitasi proses jaminan asuransi jemaah haji reguler dan terdata di KBIH Kota Salak.

Di luar itu, pihaknya tidak memiliki kewenangan melakukan verifikasi dalam mengurus asuransi. Sekalipun jemaah haji yang meninggal adalah warga Bangkalan.

Jaminan asuransi jemaah diberikan sejak masuk asrama waktu pemberangkatan dan ketika masih di asrama saat pemulangan.

Asuransi ini diurus oleh Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU).

Pengurusan administrasi asuransi akan dilakukan setelah seluruh jemaah pulang dari Tanah Suci.

Akta kematian yang jadi acuan untuk dilaporkan ke Kemenag RI. Selanjutnya, dilakukan verifikasi dan baru pencairan asuransi.

”Kemenag pusat yang akan menghubungi ahli waris. Kami hanya memfasilitasi pelaporan tersebut. Asuransi langsung ditransfer ke rekening jemaah,” jelasnya.

Sementara itu, jemaah haji Bangkalan telah melaksanakan rangkaian rukun haji. Namun, jadwal mereka kembali ke Madinah masih lama.

Dengan demikian, jemaah banyak mengisi waktu dengan beribadah dan mengunjungi tempat bersejarah.

Ketua Kloter 100 Sulaiman menyampaikan, dalam empat hari terakhir, jemaah masih menuntaskan kegiatan tawaf ifadah.

Terutama bagi jemaah yang menunda pelaksanaan karena berhalangan. ”Kegiatan kami saat ini adalah menyembelih hewan dam,” katanya kemarin (25/6).

Rombongan akan bergeser ke rombongannya Selasa (9/7). Karena masih lama, mereka mengisi waktu dengan sejumlah kegiatan.

Yakni, melaksanakan umrah sunah, ziarah ke tempat bersejarah di Jeddah. Di antara jemaah juga ada yang mengunjungi kerabatnya di Makkah.

Pendamping KBIHU Asshafa Abdul Mukti Fauyas menyampaikan, rombongan jemaahnya telah melaksanakan city tour di Kota Makkah, Jabal Rahmah, Jabal Nur, Jabal Tsur, Arafah, Muzdalifah, Mina, dan Jamarat setelah ibadah haji.

”Kami sedang melaksanakan umrah ke Miqat dari ji’ronah,” tuturnya. (c3/ay/luq)

 

 

Editor : Ina Herdiyana
#jemaah #haji #asuransi #tanah suci #PHU #kota salak #makkah #kementerian agama #kemenag #pihk #kbih