MAKKAH, RadarMadura.id – Jemaah haji Bangkalan telah sampai di Mina pada Minggu (16/6). Mereka bersiap melaksanakan rukun haji.
Namun, puluhan jemaah haji Bangkalan di antaranya diwakilkan saat melaksanakan lempar jumrah.
Ketua Kloter 100 Jemaah Haji Bangkalan Sulaiman menyampaikan, semua jemaah telah melaksanakan jumrah aqabah pada Minggu (16/6).
Lemparan tujuh kali jumrah tersebut akan berlanjut hingga Kamis (20/6) atau 12 Zulhijah.
”Pada tanggal 11-12 Zulhijah, jemaah akan melempar jumrah ula, wustha, dan aqabah. Setiap orang satu kali untuk tujuh kali melempar,” katanya Senin (17/6).
Kloter 100 terdiri atas 371 jemaah beserta petugas yang tengah melaksanakan kegiatan lempar jumrah di Mina.
Kegiatan tersebut merupakan rukun haji yang kedua. Meskipun demikian, tidak semua jemaah haji asal Bangkalan mampu melaksanakan.
”Ada beberapa jemaah yang berhalangan tidak melempar jumrah sendiri, tetapi diwakilkan,” ungkap Sulaiman.
Jemaah yang tidak melaksanakan lempar jumrah tersebut kurang lebih ada 35 orang. Mereka terdiri atas lansia, lalu karena sakit dan memiliki riwayat risiko tinggi.
Sehingga, kegiatan lempar jumrah mereka dari Minggu (16/6) atau 10 Zulhijah hingga Kamis (20/6) atau 13 Zulhijah diwakilkan.
”Mereka diwakilkan oleh para jemaah lain yang kuat melaksanakan,” ucapnya.
Sulaiman menyampaikan, tidak dimungkinkan puluhan jemaah melaksanakan sendiri karena ada sejumlah faktor pendukung.
Yakni, karena kondisi di Mina saat pelemparan jumrah penuh sesak dengan jemaah.
Di samping itu, suhu cuaca di Makkah mencapai 44 derajat Celsius, terlebih para jemaah harus melaksanakan dengan berjalan kaki sejauh 3,5 kilometer.
”Jadi yang berhalangan kami mukimkan di Mina untuk tidak melempar jumrah, dan itu sah,” jelasnya.
Menurutnya, karena panasnya suhu cuaca di Makkah, para jemaah diberikan pilihan waktu pelaksanaan. Lempar jumrah bisa dilakukan pada pagi, sore, dan malam.
”Mohon doanya seluruh jemaah haji Bangkalan sehat walafiat dan menjadi haji mabrur,” harap Sulaiman.
Sementara Ketua Kloter 101 Moh. Mushlih menyampaikan, di kloternya tidak banyak jemaah yang diwakilkan.
Hanya ada 13 jemaah yang lempar jumrahnya tidak mandiri. Itu karena ada yang sakit dan lansia. Mereka jemaah haji Bangkalan semua.
Selain itu, belasan jemaah di kloternya ada yang tensinya naik dan demam tinggi.
Pihaknya juga mengimbau jemaah menjaga kesehatan dengan mengonsumsi vitamin, makan yang teratur, dan istirahat yang cukup.
”Kami imbau untuk tidak keluar tenda. Mengingat suhu saat ini di atas 45 derajat panasnya,” pintanya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti