Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ternyata Begini Cerita Lengkap Amira Hilyatun Nisak, Bayi dengan 24 Jari yang Viral

Hasan Bashri • Sabtu, 3 Februari 2024 | 05:28 WIB
KARUNIA TUHAN: Bayi Amira yang memiliki 24 jari asal Camplong, Sampang, Madura.
KARUNIA TUHAN: Bayi Amira yang memiliki 24 jari asal Camplong, Sampang, Madura.

SAMPANG, RadarMadura.id – Amira Hilyatun Nisak, bayi berjenis kelamin perempuan yang lahir dengan jari tangan dan kaki masing-masing enam, menjadi perhatian warga Dusun Mandala Barat, Desa Sejati, Kecamatan Camplong, Sampang.

Memang menghebohkan, kelahiran Amira banyak disorot media, baik media sosial ataupun media pemberitaan. 

Berdasarkan hasil wawancara  Jawa Pos Radar Madura dengan keluarga, ada beberapa cerita menarik. Berikut cerita tentang Amira Hilyatun Nisak, Bayi dengan 24 Jari yang sempat Viral. 

Cerita Tentang Amira

Fausi, ayah Amira, mengaku kaget ketika melihat ada yang tidak umum pada organ tubuh putrinya. Meski begitu, dia tidak menganggap bahwa itu sebagai cacat fisik.

"Ini bagian anugerah dari yang kuasa," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Selasa (30/1).

Fausi sedang memperhatikan burung perkutut peliharaannya di halaman rumah. Dia duduk sendirian di atas lencak menghadap ke selatan. Sementara istrinya, Subaidah, sedang menyusui buah hatinya di teras rumah.

Perempuan berusia 30 tahun itu baru melahirkan anak ketiga. Bayi berjenis kelamin perempuan itu lahir seminggu yang lalu, tepatnya Selasa (23/1). Seperti biasa, bayi menangis setelah dilahirkan.

Namun, Subaidah kepikiran karena putrinya tidak berhenti menangis hingga hendak mau dibawa pulang. Sebab, saat itu dia melahirkan di tempat praktik bidan desa.

Ketika dicek, bidan menghitung jari tangan dan kaki bayi itu masing-masing ada enam.

"Anehnya, setelah itu anak saya tidak menangis lagi. Mungkin dia (bayi) menangis karena ingin ngasi tahu (kalau jarinya lain)," cerita Fausi.

 

Fausi dan Subaidah memberi nama Amira Hilyatun Nisak kepada putrinya. Subaidah mengatakan, sejauh ini kesehatan Amira stabil. Dia rutin memberikan air susu ibu (ASI) kepada putrinya tersebut.

Ibu tiga anak itu tidak pernah mengalami hal-hal yang aneh selama mengandung Amira. Hanya, dia merasakan gerakan Amira lebih pasif dibandingkan kehamilan anak pertama dan kedua. Dia juga rutin datang ke pos pelayanan terpadu (posyandu) sejak masa kehamilan empat bulan.

"Kalau merasakan gerakan di dalam perut, saya sudah ada firasat kalau perempuan karena lebih pelan dibanding kakak-kakaknya," tuturnya.

Subaidah tidak tahu penyebab jari tangan dan kaki putrinya tidak seperti bayi pada umumnya. Di lingkungan keluarga, tidak ada yang memiliki kelainan pada jari tangan atau kaki.

Termasuk juga keluarga dari suaminya, Fausi.

Dia bercerita, pada saat usia kehamilan empat hingga lima bulan, Subaidah mengaku heran saat melihat kepiting.

Menurutnya, jari-jari kepiting banyak. Dia melihat kepiting ketika bekerja di rumah makan di desanya.

"Tidak tahu kenapa, heran aja melihat kaki kepiting karena banyak," ungkapnya.

Subaidah menyampaikan, pernah berembuk dengan keluarga besar terkait kondisi putrinya tersebut. Pihak keluarga sepakat untuk tidak memotong salah satu jari Amira. Sebab, kondisi jari tidak cacat dan berfungsi dengan normal.

"Kalau dipaksa operasi (dipotong), keluarga mengancam mau ngambil Amira," papar Subaidah.

Untuk diketahui, Amira memiliki dua kakak. Yang sulung Arif Rahmatullah sudah duduk di bangku SMP. Sedangkan Adfan masih sekolah dasar (SD). (hasan

 

Editor : Hasan Bashri
#sampang #lahir #viral #Amira Hilyatun Nisak #Cerita #orang tua #bayi #24 jari