Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Cegah Penculikan, Polisi Ajak Guru dan Orang Tua Awasi Pelajar

Fatmasari Margaretta • Minggu, 17 Desember 2023 | 23:08 WIB

PEDULI: Plh Kapolsek Torjun Ipda Sugianto Hadi Prayitno memberikan arahan kepada siswa, Jumat (15/12). (POLSEK TORJUN UNTUK JPRM)
PEDULI: Plh Kapolsek Torjun Ipda Sugianto Hadi Prayitno memberikan arahan kepada siswa, Jumat (15/12). (POLSEK TORJUN UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Kasus penculikan anak terjadi di Kota Bahari. Hal itu terungkap setelah polisi menerima laporan dari warga Kecamatan Torjun pada Jumat (8/12).

Dalam kasus tersebut, polisi meringkus seorang pria di Kecamatan Sreseh. Di hadapan polisi, terduga pelaku mengakui telah mencabuli korban.

Untuk mengantisipasi kasus serupa, polisi melakukan kunjungan ke beberapa sekolah. Salah satu tujuannya, mengingatkan para guru untuk meningkatkan pengawasan kepada anak didik.

Baca Juga: SDM Terbatas, Bawaslu Gandeng Pers dan LSM Lakukan Pengawasan Pemilu 2024

”Guru harus mengawasi murid secara intens sejak masuk hingga pulang sekolah,” kata Plh Kapolsek Torjun Ipda Sugianto Hadi Prayitno.

Menjurut Sugianto Hadi Prayitno, pihaknya juga minta agar setiap wali kelas membuat grup media sosial yang terhubung langsung dengan wali murid. ”Melalui grup tersebut, segala informasi terkait pelajaran dan waktu pulang sekolah anak didik bisa diinformasikan kepada wali murid.

”Kalau wali murid tidak bisa menjemput, kami akan mengarahkan anak didik untuk pulang bersama teman satu sekolah yang satu arah,” ujarnya.

Selama perjalanan pulang, lanjut Sugianto Hadi Prayitno, anak didik diharapkan tidak mampir ke suatu tempat. Jika dalam perjalanan bertemu dengan orang asing, diminta abaikan saja.

”Jangan mudah dibujuk oleh orang tidak dikenal (OTK). Meskipun, diiming-imingi atau ditawari makanan, minuman, atau bahkan uang,” ingatnya.

Sugianto Hadi Prayitno menerangkan, selain kasus penculikan, hal lain yang berpotensi dialami pelajar adalah kasus bullying atau perundungan. Kasus tersebut bisa terjadi di mana saja. Karena itu, dia minta pelajar untuk saling menghormati sesama teman.

Baca Juga: Meski Lolos Juara Grup H, Perssu Sumenep Target Raih Tiga Poin di Laga Terakhir Liga 3

”Segera laporkan kepada guru atau kepala sekolah apabila melihat adanya aksi perundungan. Bagaimanapun, sekolah seharusnya menjadi tempat aman bagi murid untuk menimba ilmu,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, ada empat anak yang dicabuli oleh terduga pelaku berinisial AS. Salah satunya, pelajar berusia 10 tahun asal Kecamatan Torjun.

Polisi mengamankan pria berusia 31 tahun tersebut di area persawahan di Dusun Tebah Timur, Desa Labuhan, Kecamatan Sreseh, pada Selasa (12/12) lalu. (afg/yan)

Editor : Fatmasari Margaretta
#Trending #sampang #kasus penculikan anak #otk #pendidikan #madura #murid #penculikan