Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Nadiem Klaim Program Kampus Merdeka Tingkatkan Peluang Kerja dan Gaji Mahasiswa

Hasan Bashri • Rabu, 13 Desember 2023 | 01:47 WIB
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim saat menyampaikan pidato pada momentum hari guru nasional Sabtu (25/11). (Instagram @nadiemmakarim)
Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim saat menyampaikan pidato pada momentum hari guru nasional Sabtu (25/11). (Instagram @nadiemmakarim)

JAKARTA, RadarMadura.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim menyatakan, program Kampus Merdeka yang dicanangkan pemerintah telah memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa Indonesia.

Dalam acara Vokasifest x Festival Kampus Merdeka di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (11/12), Nadiem menyampaikan hasil Studi Dampak Kompetensi yang menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengikuti program Kampus Merdeka memiliki peluang kerja dan gaji yang lebih baik daripada rata-rata.

"Anak-anak MBKM (Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka) bisa mendapatkan pekerjaan dalam waktu 7 bulan, lebih cepat dari rata-rata nasional yang 10 bulan. Gaji mereka juga 2,2 kali lebih tinggi dari rata-rata nasional. Ini membuktikan bahwa pengalaman mereka sangat berharga di mata dunia kerja," kata Nadiem.

Program Kampus Merdeka adalah salah satu inisiatif dari kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan tahun 2020. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kampus selama satu semester. Tentunya dengan berbagai pilihan aktivitas seperti magang, kuliah tamu, penelitian, pengabdian masyarakat, atau studi lintas negara.

Hingga saat ini, hampir satu juta mahasiswa telah mengambil bagian dalam program ini.

Nadiem mengatakan, program Kampus Merdeka merupakan bagian dari reformasi pendidikan tinggi dan vokasi yang bertujuan untuk mengatasi kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri.

Ia mengatakan, banyak survei yang mengungkapkan bahwa sekitar 20 persen anak muda menganggur dan 80 persen perusahaan kesulitan mencari lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Kami ingin mengubah paradigma pendidikan yang kaku dan sulit berinovasi menjadi lebih fleksibel dan responsif terhadap tantangan zaman. Kami ingin mengembangkan pembelajaran yang terintegrasi dengan industri dan daerah, sehingga mahasiswa bisa mendapatkan kompetensi yang relevan dan aplikatif. Kami juga ingin membangun pendidikan yang lebih inklusif, aman, dan memberdayakan, sehingga semua anak Indonesia bisa meraih potensi mereka," ujar Nadiem.

Nadiem menambahkan, dampak positif dari program Kampus Merdeka juga telah diakui secara internasional.

Ia menunjukkan bahwa Indonesia berhasil naik 14 peringkat dalam Global Talent Competitiveness Index, dari posisi 89 di tahun 2013-2018 menjadi posisi 75 di tahun 2019-2023.

Ini menempatkan Indonesia sebagai negara kedua dengan kenaikan peringkat tertinggi di dunia.

 

"Ini adalah prestasi yang luar biasa. Ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang unggul dalam hal sumber daya manusia. Kami berharap program Kampus Merdeka bisa terus berkontribusi dalam mewujudkan visi tersebut," tutup Nadiem. (hasan

Editor : Hasan Bashri
#kampus merdeka #pemerintah #mahasiswa #nadiem #pendidikan #kerja #Kemdikbud Ristek