JAKARTA, RadarMadura.id - Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Prabowo Subianto dinilai memiliki kedaulatan penuh sebagai pemimpin. Sebagai satu-satunya capres berlatar sebagai ketua umum partai, Prabowo pemimpin tegas yang tak bisa didikte oleh siapapun dan hanya berfokus pada kepentingan rakyat.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan Prabowo akan menjadi sosok pemimpin yang lebih berdaupat. UtamNya untuk menentukan berbagai kebijakan yang bekaitan erat dengan kepentingan rakyat.
"Prabowo satu-satunya ketua umum partai, sehingga diyakini publik seluruh keputusan partai adalah keputusan Prabowo," kata Dedi dalam keterangannya, Minggu (3/12).
Sehingga, lanjut dia, hal itu justru berbanding terbalik dengan posisi dua capres lainnya. Seperti Capres PDI Perjuangan Ganjar Pranowo yang tidak bisa lepas dari belenggu Megawati Soekarnoputri selaku ketum partai yang mengusungnya.
Begitupun dengan Capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan yang juga tidak bisa lepas Surya Paloh selaku ketum Partai NasDem. Sehingga, posisi Prabowo jauh lebih diuntungkan, sebab memegang otoritas penuh di partai ataupun di Koalisi Indonesia Maju (KIM).
"Sementara Anies dan Ganjar dianggap tidak terbebas dari sosok ketua umum partai yang mengusungnya," pungkasnya.
Hal itu membuat masyarakat semakin optimis dengan kemerdekaan Prabowo sebagai calon pemimpin. Terlihat dari hasil survei IPO periode 10-17 November 2023, Prabowo mendapat elektabilitas yang cukup tinggi dengan 37,5 persen.
Hasil tersebut mengalahkan Anies yang berada di posisi kedua dengan 32,7 persen. Sedangkan Ganjar berada di posisi ketiga dengan 28,3 persen.
Tak hanya itu, Prabowo juga mendapat kepercayaan dari publik sebagai pemimpin yang independen. Sebanyak 51,7 persen masyarakat yakin Prabowo adalah sosok pemimpin yang merdeka dan bukan boneka politik. (*/par)
Editor : Hendriyanto