RadarMadura.id – M. Tabrani termasuk satu dari enam calon pahlawan nasional yang dianugerahi gelar pahlawan nasional hari ini (Jumat, 10/11). Berbagai ucapan mengalir. Berikut ucapan terima kasih Amie Primarni, putri M. Tabrani, menanggapi pertanyaan wartawan Jawa Pos Radar Madura Lukman Hakim AG, Rabu (8/11).
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih, Pak Lukman, atas pertanyaannya yang diajukan sehubungan dengan penganugerahan gelar pahlawan nasional untuk almarhum M. Tabrani yang insyaallah akan dilaksanakan 10 Novermber 2023.
Tentu saja yang pertama mengucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah SWT yang telah melimpahkan berkah dan ramhat-Nya bagi kita semua. Juga wabil khusus bagi almarhum ayah M. Tabrani yang sepak terjangnya semasa beliau hidup memberikan catatan-catatan rekaman sejarah yang hari ini kita bisa nikmati bersama.
Dalam kesempatan ini, pertama-tama saya mengucapkan terima kasih khususnya kepada keluarga besar M. Tabrani dengan putra-putra dan cucu-cucunya: almarhum Prihani Tabrani, almarhum Primadi Tabrani, almarhum Pri Esni Tabrani, dan almarhum Priyani Tabrani. Juga kepada seluruh keluarga besar yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.
Selanjutnya, terima kasih kepada yang pertama Prof Dr Muhadjir Effendy saat menjabat Mendikbud 2019 memberikan penghargaan sebagai tokoh penggagas bahasa persatuan Indonesia.
Terima kasih banyak atas apresiasinya kepada almarhum bapak. Kepada Prof Endang Aminudin Aziz, kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan Sastra. Kemudian, kepada Bapak Muh. Abdul Khak, kepada pusat pembinaan bahasa dan sastra 2020, yang sebelumnya menjabat kepala Balai Bahasa Jawa Timur.
Kemudian Dr Asrif kepala Balai Bahasa Sulawesi Tengah yang sebelumnya kepala Balai Bahasa Jawa Timur. Kemudian, Ibu Dr Umi Kulsum yang selalu menghubungi saya dalam rangka kegiatan proses menuju penganugerahan sebagai kepala Balai Bahasa Jawa Timur.
Kemudian ada Bapak Dr Alwi, kepala Dinas Sosial Jawa Timur yang menjabat hingga 2023 dan Bapak H Baddrut Tamam selaku bupati Pamekasan 2018–2023. Dan, kepada Bapak Abdul Aziz, direktur Jawa Pos Radar Madura yang menginisiasi satu kegiatan (Madura Awards, Red) di Sampang yang membuat saya bisa menapaktilasi kelahiran ayah di Pamekasan.
Catatan saya yang lain adalah, sangat berterima kasih kepada Prof Dr Djoko Marihandono, sejarawan UI, juga Dr Kusuma dari Museum Sejarah TNI, Museum Sumpah Pemuda serta Arsip Nasional yang mampu mengumpulkan seluruh data yang dibutuhkan.
Kemudian ditambah dengan keluarga Prof Dr Harimurti Kridalaksana beserta putri beliau yang waktu itu juga bertemu di UI. Dan tak kalah penting, rekan-rekan sejawat jurnalis, ada Mas Priyantono Oemar, ada Mas Lukman ya.
Kemudian, ada Pak TD Asmadi, pendiri FBMM (Forum Bahasa Media Massa, Red) yang kemudian menginisiasi beberapa kegiatan seputar rekam jejak Bapak M. Tabrani.
Bagi saya, apa yang diterima oleh Bapak merupakan hadiah yang merupakan anugerah yang sejak awal mungkin Bapak tidak pernah membayangkan akan memperoleh hal ini.
Tetapi, semuanya menjadi jalan takdir Allah SWT. Keluarga besar mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang memberikan apresiasi kepada Bapak M. Tabrani dengan apa yang sudah beliau lakukan selama ini.
Besar harapan saya dengan dianugerahinya gelar pahlawan nasional sebagai penggagas bahasa persatuan bahasa Indonesia ini tentu saja mencintai bahasa Indonesia sebagai bagian dari jati diri.
Sebab, dulu bapak menggunakan istilah bahasa Indonesia itu untuk menguatkan bahwa kita sudah memiliki tanah air Indonesia, kita sudah memiliki bangsa Indonesia, maka kita harus memiliki bahasa sendiri, yaitu bahasa Indonesia.
Maka, bahasa Indonesia ini adalah menjadi penguat dari pilar-pilar sebuah negara. Sebuah negara akan eksis ketika bahasanya pun bertumbuh berkembang dan menjadi jadi diri bangsanya sendiri.
Besar harapan saya, anak-anak muda saat ini, meskipun menguasai bahasa asing di luar bahasa Indonesia, tetaplah gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Sebab, itu juga menjadi cermin baiknya bangsa kita. Baik dalam tata krama maupun dalam tata bahasa dan budaya.
Itu mungkin yang bisa saya sampaikan. Terima kasih banyak kepada seluruh rekan-rekan jurnalis yang terus-menerus menyiarkan sosok bapak setiap kali menjelang Sumpah Pemuda, dan hingga hari ini semua itu terwujud dalam sebuah anugerah.
Dan, anugerah ini saya persembahkan kepada seluruh bangsa Indonesia. Terima kasih banyak.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. (*)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia