Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ganjar: Impor Tembakau Harus Diatur  

Ina Herdiyana • Kamis, 26 Oktober 2023 | 04:03 WIB
SERAP ASPIRASI: Bakal calon presiden Ganjar Pranowo mengunjungi PT Karya Niaga Bersama, produsen rokok Grendel di Malang, pada Jumat (13/10). (TIM MEDIA GANJAR PRANOWO UNTUK JPRM)
SERAP ASPIRASI: Bakal calon presiden Ganjar Pranowo mengunjungi PT Karya Niaga Bersama, produsen rokok Grendel di Malang, pada Jumat (13/10). (TIM MEDIA GANJAR PRANOWO UNTUK JPRM)

RadarMadura – Bakal calon presiden (bacapres) 2024 Ganjar Pranowo mengunjungi PT Karya Niaga Bersama, produsen rokok Grendel di Malang, Jumat (13/10). Ganjar juga bertemu pelaku usaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Rokok Malang (Gaperoma).

Ganjar Pranowo disambut meriah oleh ribuan karyawan saat memasuki area pabrik. Bahkan, mereka rela berdesak-desakan untuk bisa mengajak swafoto dan bersalaman dengan bacapres berambut putih itu.

”Saya senang bisa bercanda dengan para buruh. Apalagi, pengusahanya juga memberikan kesempatan kepada mereka (buruh) untuk break sejenak agar bisa bertemu saya,” ujar Ganjar.

Ganjar paham industri hasil tembakau sedang menghadapi banyak hambatan di tengah isu produk tembakau yang akan diatur dalam beberapa regulasi. Karena itu, semua pihak harus duduk bersama untuk mencari jalan keluar agar industri ini tetap bisa bertahan.

Pemerintah sedang menyusun rancangan peraturan pemerintah (RPP) yang menjadi mandat dari Undang-undang 17/2023 tentang Kesehatan. Salah satu bagian RPP yang disusun yakni pengamanan zat adiktif berupa produk tembakau sebagaimana tertuang dalam pasal 152 UU itu. 

”Kami terus mencari jalan keluar yang terbaik, bagaimana industri ini bisa bertahan. Tentu saja dengan regulasi memang tidak mudah sekarang karena persaingan globalnya terjadi seperti itu,” kata Ganjar.

RELA BERDESAKAN: Ribuan karyawan PT Karya Niaga Bersama berebut untuk berswafoto dengan Ganjar Pranowo. (TIM MEDIA GANJAR PRANOWO UNTUK JPRM)
RELA BERDESAKAN: Ribuan karyawan PT Karya Niaga Bersama berebut untuk berswafoto dengan Ganjar Pranowo. (TIM MEDIA GANJAR PRANOWO UNTUK JPRM)

Mantan gubernur Jawa Tengah dua periode itu menilai, produk hasil tembakau merupakan industri yang menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, perlu adanya regulasi yang bisa melindungi para petani tembakau.

”Ini penting sekaligus akan melindungi kawan-kawan petani tembakau yang sudah bercerita susah payah selama ini untuk bisa mempertahankan produk ini atau komuditas sejak zaman sebelum merdeka” sambungnya,

Jika terpilih sebagai presiden, Ganjar akan mengatur mekanisme impor tembakau. Dengan pengaturan impor tembakau tersebut, nasib para petani tembakau, pabrikan, hingga ribuan buruh linting akan terjamin.

Menurut Ganjar, negara butuh terlibat untuk mempertahankan industri hasil tembakau yang ada sejak Indonesia belum merdeka. Meskipun, regulasi itu tidak mudah karena persaingan global dan banyak kepentingan yang terlibat, harus ada keberpihakan di sana.

”Saya mendapat banyak informasi, misalnya, tentang cukai. Ayo kita atur tentang impor tembakau, tentang cukai. Pastikan tembakau petani terserap dan pastikan yang impor itu juga membayar cukai,” tegasnya.

Selain untuk menambah pendapatan negara, pengaturan impor dan cukai tembakau bisa dijadikan alat untuk melindungi pengusaha, buruh, hingga petani tembakau. ”Karena mereka sudah berjerih payah selama ini untuk mempertahankan produk atau komoditas ini jauh sebelum Indonesia merdeka,” jelasnya. (wir/jup)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

 

Editor : Ina Herdiyana
#pemilu #Bacawapres #pemilihan presiden #pesta demokrasi 2024 #Bacapres #ganjar pranowo #radar madura