Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Raih Prestasi Nasional dan Internasional, Arita Aprilicyana: Buah Manis dari Berbagai Rintangan dan Tantangan

Fatmasari Margaretta • Sabtu, 21 Oktober 2023 | 23:17 WIB

BERPRESTASI: Arita Aprilicyana mengenakan gaun batik bermotif khas Sumenep dalam salah satu kegiatan. (ARITA APRILICYANA UNTUK JPRM)
BERPRESTASI: Arita Aprilicyana mengenakan gaun batik bermotif khas Sumenep dalam salah satu kegiatan. (ARITA APRILICYANA UNTUK JPRM)

PERJUANGAN yang dijalani Arita Aprilicyana bukan sekadar bualan. Bagi dia, tidak ada waktu yang patut disia-siakan tanpa melakukan proses yang positif. Pada waktu bersamaan pemilihan Puteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia, Arita menyempatkan diri mengikuti olimpiade kebidanan. Bahkan, olimpiade tersebut bertaraf tingkat internasional.

Kegiatan yang dia ikuti pada 7 Oktober lalu itu Midwifery Olympiad International. Ajang tersebut diselenggarakan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya secara virtual. ”Olimpiade dilaksanakan satu hari penuh. Sedangkan pada hari yang sama, saya juga mempersiapkan diri untuk menuju grand final pemilihan Puteri Pemberdayaan Perempuan Indonesia,” tuturnya.

Olimpiade kebidanan tingkat internasional tersebut dimulai pukul 08.00 untuk tahap penyisihan dan penentuan finalis olimpiade. Selanjutnya, pada pukul 12.00 masuk tahap penentuan semifinal. Berikutnya, pukul 15.00 pada tahap penentuan grand final. Meskipun waktu yang tersedia sangat padat, kedua ajang yang diikuti Arita dapat dilalui dengan optimal.

Buah manis berhasil dia petik. Dalam ajang olimpiade kebidanan tingkat internasional itu, dia mampu meraih juara 2. Padahal, soal yang dia kerjakan sangat menguras pikiran. ”Selain materi soalnya memang cukup berat, bahasanya memakai bahasa Inggris,” ujarnya.

Dia tidak heran dengan semua itu. Sebab olimpiade yang dia ikuti bertaraf internasional. Meskipun, sesekali dia juga merasa khawatir dan takut akan gagal. Namun, dia terus menepis perasaan itu. ”Tugas utama saya adalah berjuang dan terus berproses. Mengenai hasil, adalah bonus yang mungkin bisa dipetik,” katanya.

Menurutnya, hal paling penting dalam berproses adalah meneguhkan tekad. Selanjutnya, didorong dengan kerja keras. Semua kekhawatiran akan kegagalan harus dikesampingkan.

”Jangan pernah takut gagal dan mencoba hal baru. Karena dengan begitu, batas kemampuan kita dapat diketahui. Sehingga, bisa terus diperbaiki,” pesannya. (bus/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Fatmasari Margaretta
#kerja keras #Trending #sumenep #olimpiade #puteri pemberdayaan perempuan indonesia #internasional #viral #grand final #radar madura #prestasi