SURABAYA, RadarMadura.id - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diminta untuk mempermudah umat Islam dalam melaksanakan ibadah umrah ke tanah suci Mekkah. Bukan sebaliknya dipersulit. Hal itu disampaikan oleh Anggota Komite lll DPD RI H. AA Ahmad Nawardi menanggapi rencana Menag yang akan membuat aturan bagi jemaah umrah mandiri.
Senator dari daerah pemilihan Jatim ini menyatakan setiap tahun jumlah umat Islam yang berangkat melaksanakan ibadah umrah semakin meningkat. Sampai Oktober 2022 jumlah jemaah umrah asal Indonesia 957.016 jemaah. Tahun sebelumnya, sebelum covid hanya sampai 300 ribuan.
Baca Juga: Nawardi Minta TNI Jaga Profesionalitas dan Integritas Agar Tetap Netral di Pemilu 2024
“Ini tidak lepas dari kuota haji yang terbatas. Sehingga yang tidak dapat kuota haji mereka memilih umrah” ucapnya.
Karena itu mantan jurnalis Tempo ini meminta Menag untuk mempermudah keberangkatan semua jemaah umrah. Baik yang berangkat melalui travel ataupun mandiri.
"Jangan dibeda-bedakan antara yang berangkat lewat travel dan mandiri yang disebut umrah backpacker. Karena mereka sama-sama berniat beribadah kepada Allah,” tegasnya.
Seperti diberitakan, Menag akan melakukan sinkronisasi dengan peraturan pemerintah Arab Saudi terkait umrah backpacker. Tujuannya semata untuk menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam beribadah.
Singkronisasi maupun aturan yang akan dibuat oleh Kemenag harus memenuhi rasa keadilan, kenyamanan dan kemudahan bagi umrah mandiri.
Selama ini kata Cak Nawardi -penggilan AA Ahmad Nawardi- jemaah umrah backpacker tidak pernah dilaporkan mendapat masalah baik itu keamanan, kesehatan atau keluhan-keluhan yang lain.
Menurutnya, mereka sudah memahami seluk beluk umrah mulai keberangkatan, selama berada di Arab Saudi maupun saat kepulangan di tanah air. Justru kita perlu mendorong umrah backpacker karena dengan umrah cara mandiri biaya umrah lebih murah. (bam/dry)
Editor : Hendriyanto