BANGKALAN, RadarMadura.id – Salah satu tugas wajib dosen dalam Tridarma Perguruan Tinggi yaitu melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Seperti kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh tim dosen kebidanan STIKes Ngudia Husada Madura di Desa Kapor, Kecamatan Burneh.
Tim yang diketuai Zakkiyatus Zainiyah serta anggota Eny Susanti dan Novita Wulandari itu dibantu mahasiswa program studi D-4 kebidanan. Tim menggandeng Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Sumarti di Desa Kapor, Kecamatan Burneh.
Mereka menggelar kegiatan pengabdian masyarakat dengan topik Pemanfaatan Praktik Mandiri Bidan (PMB) dalam Pencegahan Preeklampsia melalui Senam Yoga Prenatal. Yang lebih membanggakan Kegiatan ini didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbud Ristek melalui hibah pengabdian masyarakat tahun anggaran 2023.
Kegiatan senam yoga prenatal dilaksanakan secara rutin setiap minggu selama 12 minggu kepada ibu hamil. Yakni, diawali dengan deteksi dini risiko preeklampsia meliputi pemeriksaan berat badan, tekanan darah, dan protein urine. Secara ilmiah, yoga prenatal terbukti memberikan banyak manfaat seperti memberikan rasa rileks, ketenangan, melancarkan peredaran darah, dan mencegah terjadinya hipertensi pada ibu hamil.
Bidan Sumarti mengaku senang karena sejak dilaksanakan kegiatan prenatal yoga ini, ibu hamil yang awalnya hanya datang ketika ada keluhan, mulai rutin memeriksakan kehamilannya dan tampak antusias karena mendapat banyak ilmu tentang tanda bahaya kehamilan. Pasien atas nama Shanti, misalnya, mengungkapkan kebahagiaannya dan sering bertanya kapan jadwal yoga prenatal berikutnya akan dilaksanakan.
Zakkiyatus Zainiyah menyatakan, sebenarnya pengabdian masyarakat ini sudah dilakukan secara rutin tiap semester. Namun, aplikasi yoga prenatal dilakukan secara rutin sejak dimulainya jadwal hibah pengabdian masyarakat.
Pihaknya berharap, setelah dilatih secara bertahap, ibu hamil dapat melaksanakan yoga prenatal secara mandiri di rumah. ”Semoga kegiatan serupa dapat disosialisasikan di TPMB lain di Kabupaten Bangkalan untuk mencegah terjadinya preeklampsia pada ibu hamil sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat diturunkan, terima kasih,” ucapnya Minggu (8/10). (*/onk)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana