Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tiga Orang Belum Ditemukan, Empat Selamat dan Dua Penumpang KLM Putri Kuning Tewas

Dafir. • Jumat, 21 Juli 2023 | 05:10 WIB
KORBAN SELAMAT: Anggota Polsek Gili Genting mengunjungi Saruji yang sedang dirawat di Pustu Gili Raja, Sumenep, Kamis (20/7).
KORBAN SELAMAT: Anggota Polsek Gili Genting mengunjungi Saruji yang sedang dirawat di Pustu Gili Raja, Sumenep, Kamis (20/7).

SUMENEP – Kecelakaan (laka) laut di perairan Gili Genting, Sumenep, kembali terjadi. Kapal Layar Motor (KLM) Putri Kuning dikabarkan karam di tengah lautan pada Rabu (19/7) sekitar pukul 02.00.

Rute kapal niaga tersebut dari Pelabuhan Panarukan, Situbondo–Pelabuhan Tanggek, Desa Banbaru, Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Sumenep. Peristiwa laka laut itu konon terjadi di sekitar area pengeboran minyak gas (migas) MAC HCML, Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Sumenep.

Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti mengatakan, KLM Putri Kuning berlayar dari Situbondo menuju Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, Sumenep. ”Diduga akibat sarat muatan dan cuaca buruk, kapal menabrak tiang rig pengeboran MAC HCML di perairan Gili Genting,” ucapnya.

Informasinya, KLM Putri Kuning berangkat dari Pelabuhan Panarukan pada Selasa (18/7) sekitar pukul 23.00. Kapal tersebut dinakhodai oleh Saruji (55) dan dua anak buah kapal (ABK) bernama Subairi (38) serta Laili (34).

Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), KLM Putri Kuning mengangkut semen, kayu, asbes, dan air mineral. Juga terdapat sembilan penumpang. Selain warga Situbondo, kapal tersebut ditumpangi warga Sumenep dan Jember.

Karamnya KLM Putri Kuning tersebut terungkap setelah kapal pemancing asal Kecamatan Besuki, Situbondo, menemukan tiga korban pada Rabu (19/7) pukul 07.30. Saat itu, korban ditemukan mengapung karena berpegangan pada papan kayu. ”Ketiga korban dalam keadaan selamat,” ucapnya.

Ketiga korban itu adalah Subairi, Laili, dan Herik (25). Mereka langsung dievakuasi ke pelabuhan di Kecamatan Besuki, Situbondo. Pada hari yang sama, sekitar pukul 09.00, perahu nelayan (PN) Sambo yang dinakhodai Lukman, asal Pamekasan, menemukan empat korban.

Empat korban tersebut diidentifikasi bernama Saruji, Barmawi, Dani, dan Jumarwi. Korban juga ditemukan mengapung di atas air karena berpegangan pada papan kayu. Karena itu, korban berhasil diselamatkan. ”Empat korban itu lalu diantarkan ke Pulau Gili Raja,” ulasnya.

Setelah menerima informasi KLM Putri Kuning karam tersebut, keluarga korban yang berasal dari Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting, langsung membantu melakukan pencarian pada Rabu (19/7). Pencarian berlangsung mulai pukul 10.00 sampai 17.00.

Hasilnya, warga menemukan dua korban di sekitar perairan Pulau Gili Raja. Letaknya, sekitar tiga mil dari bibir laut. Dua korban tersebut ditemukan dalam keadaan tewas. Keduanya diidentifikasi bernama Sumarni (48) dan Sima (57). ”Korban langsung dievakuasi ke Pulau Gili Raja,” paparnya.

Catatan JPRM, terdapat tiga korban lain yang belum ditemukan. Mereka adalah Irianti usia 9 tahun, serta satu laki-laki dan satu perempuan yang hingga berita ini ditulis belum diketahui identitasnya. Satpolair Polres Sumenep terus melakukan pencarian terhadap ketiganya.

Zainal Abidin selaku Kepala Desa (Kades) Banbaru, Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genting mengatakan, KLM Putri Kuning milik warganya yang bernama Saruji. Saat ini semua korban yang berhasil diselamatkan sudah dievakuasi ke rumah kerabat masing-masing di Pulau Gili Raja.

”Sedangkan Saruji menjalani perawatan medis di Puskesmas Pembantu (Pustu) Gili Raja. Semua penumpang itu ke Gili Raja karena ingin menjenguk kerabatnya yang baru saja melahirkan,” ungkapnya.

Zainal Abidin membenarkan jika terdapat dua orang yang ditemukan meninggal. Yaitu Sima dan Sumarni. Dikatakan, Sima sudah dijemput oleh keluarga dan dibawa pulang ke Situbondo pada Kamis (20/7) sekitar pukul 01.00. ”Sima dibawa pulang melalui jalur laut,” terangnya.

Sementara Sumarni, sambung Zainal Abidin, langsung dikebumikan di Pulau Gili Raja. Tepatnya di Dusun Cangcang, Desa Lombang, Kecamatan Gili Genting, Sumenep. ”Korban yang teridentifikasi tapi belum ditemukan tersisa satu orang, yaitu Irianti,” tuturnya.

Manager Regional Office and Relations HCML Hamim Tohari mengatakan, laka laut yang menimpa KLM Putri Kuning tidak terjadi di sekitar platform MAC. Menurutnya, koordinat lokasi laka laut jauh dari anjungan. ”Tidak ada kejadian kapal menabrak platform MAC HCML pada Rabu (19/7),” tegasnya.

Dijelaskan, pernyataan tersebut dikuatkan kesaksian 130 orang anggota tim proyek HCML yang menyelesaikan mobile offshore production unit (MOPU) di sumur MAC. Anggota tim tersebut bekerja dan tinggal di lokasi sumur yang diduga menjadi lokasi terjadinya laka laut. ”Jadi, di sana ada sejumlah pekerja yang beraktivitas,” pungkasnya. (bus/yan)

Editor : Dafir.
#kapal layar motor #laka laut #kecelakaan