Berkaitan dengan hal tersebut, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kedatangan satu-satunya pembalap Indonesia yang saat ini berlaga di MotoGP pada kelas Moto3 di kediaman Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Sabtu (2/7). Pembalap yang telah menorehkan berbagai prestasi itu adalah Mario Suryo Aji.
Dalam perbincangan yang akrab dan santai, Mario Aji memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas berbagai dukungan yang diberikan Airlangga selama berlaga di Moto3 dengan kapasitas mesin 250 cc. “Mario menyampaikan terima kasih kepada Bapak Menko Airlangga atas dukungan yang diberikan oleh bapak hingga saat ini,” tutur Mario.
Mario Aji telah berkecimpung dalam dunia balap motor sejak usia 5 tahun yang saat itu latihan menggunakan mini motocross. Karir Mario Aji kemudian mulai melejit sejak lima tahun belakangan yang dimulai dari kejuaraan balap motor Repsol. Saat ini Mario Aji berhasil masuk dalam balapan Moto3 dengan usia yang masih belia yaitu 18 tahun.
Saat berlaga di Moto3 Mandalika beberapa waktu yang lalu, Mario Aji bersama rekan satu tim yang berasal dari Jepang dan Thailand didukung oleh pabrikan Honda. Dalam dunia balap motor, Mario Aji mengagumi sosok Marc Marquez yang dinilai memiliki motivasi tinggi serta sikap ramah pada sesama pembalap, bahkan ketika di luar lintasan.
Ke depan, pembalap yang sempat menorehkan prestasi dua kali start di barisan terdepan (front row), itu berharap dapat terus memperoleh dukungan pemerintah terkait proyeksi untuk masuk dalam kualifikasi Moto2 pada tahun depan. Termasu MotoGP dalam lima tahun ke depan.
Mario Aji yang dikenal juga sebagai jagoan di lintasan basah berkesempatan menyerahkan memorabilia berupa helm bertandatangan dirinya yang selama ini digunakan untuk membalap kepada Airlangga. “Mario lebih menyukai overtake dari lintasan luar atau dalam?,” tanya Airlangga.
Mario Aji mengungkapkan lebih menyukai overtake dari lintasan dalam. Salah satu alasannya, karena untuk melakukan overtake dari lintasan luar akan less grip dan lebih berisiko.
Airlangga juga menanyakan perihal keberlangsungan sekolah dari Mario Aji yang saat ini sedang duduki di bangku kelas XI di Magetan. Sebab, selama ini lebih banyak berlatih bersama tim di Barcelona, Spanyol.
Sebelum mengakhiri perbincangan, Airlangga berpesan agar Mario Aji terus meningkatkan semangat berlatih dan mencetak prestasi. Semangat tersebut tentunya akan dibarengi pula dengan optimisme dan dukungan pemerintah melalui penyediaan fasilitas maupun kebijakan pengembangan sektor olahraga.
Sekadar informasi, khusus pada cabang olahraga balap motor, Indonesia telah berhasil mengadakan gelaran MotoGP di Sirkuit Internasional Mandalika pada 18-20 Maret lalu. Melalui event tersebut, telah dihasilkan multiplier effect dengan dampak yang dirasakan mulai dari peningkatan PAD Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Termasuk peningkatan peluang bagi UMKM untuk dapat mengenalkan berbagai produk secara global. (dft/fsr/*/par) Editor : Administrator