Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Waspada Penipuan Berkedok Polisi

Abdul Basri • Minggu, 25 November 2018 | 18:59 WIB
Waspada Penipuan Berkedok Polisi
Waspada Penipuan Berkedok Polisi

BANGKALAN – Ada saja cara pelaku kriminal untuk melakukan penipuan. Di Bangkalan kini marak penipuan melalui telepon yang mengatasnamakan instansi kepolisian. Ujung-ujungnya, pelaku memeras korban dengan meminta uang tebusan.


Seperti dialami Rohman, 29, warga Kelurahan Mlajah, Bangkalan. Dia mendapat telepon dari nomor 0813-7565-6283. Mulanya dalam telepon tersebut terdengar perempuan berbicara sembari menangis. Kemudian mengatakan dirinya ditangkap polisi.


Tak lama suara berganti laki-laki. Dalam rekaman percakapan, penelepon mengaku bernama Bambang Harianto. Penelepon mengaku dari pihak kepolisian.


Penelepon tersebut kemudian bertanya pada Rohman. Beberapa pertanyaan di antaranya soal nama dan memiliki anak atau tidak. ”Punya anak? katanya. Saya jawab punya. Dia tanya nama anak saya,” ucapnya menceritakan kasus penipuan yang hampir menimpa dirinya tersebut.


Setelah menyebutkan nama, penelepon misterius itu menyebut nama anak bersangkutan tersebut terjerat kasus hukum sehingga ditangkap. Aneh, kata Rohman. Sebab anaknya saat itu sedang bersama dengannya. ”Saya mikir, kok bisa anak saya ditangkap. Jelas-jelas lagi sama saya,” ucapnya heran.


Setelah itu Rohman menanyakan tempat bertugas penelepon berasal dari kepolisian daerah mana. Penelpon tersebut mengatakan dari polresta. ”Kepolisian mana? Saya dari polres. Polres mana? Dari polresta. Polresta mana? Dia cuma jawab, dengarkan saya dulu. Kalau tidak, saya tidak mau meneruskan pembicaraan ini, katanya,” ucap Rohman menirukan pembicaraan penelepon tersebut.


Setelah dikejar dengan pertanyaan seputar asal polres penelepon itu bertugas, penelepon tetap tidak menyebutkan dan memaksa untuk mendengarkan pembicaraannya saja. Karena menduga ini penipuan, Rohman pun kembali bertanya.


”Kamu polisi atau bukan? Ditanya polres mana tidak bisa menjawab. Orangnya diam. Terus langsung tutup telepon,” ucapnya.


Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa’ludin Tambunan mengatakan, penelepon dengan modus demikian tidak boleh dipercaya. Menurutnya, kasus penipuan berkedok penelepon yang mengaku dari pihak kepolisian itu sering kali terjadi. Bahkan beberapa orang menjadi korban.


”Tidak hanya di Madura, ini terjadi di mana-mana. Pelaku seperti ini biasanya menggunakan nomor acak,” terangnya.


Menurutnya, beberapa kasus diketahui penelepon yang mengaku dari pihak kepolisian tersebut berasal dari luar Jawa. Biasanya bermodus melakukan penahanan kepada salah satu anggota korban. Lantas akan minta uang tebusan. Kemudian korban akan diminta untuk mengirim sejumlah uang ke nomor rekening tertentu.


”Tidak usah percaya. Itu pasti bohong. Penelepon dengan nomor seperti itu laporkan saja ke operator seluler bersangkutan biar diblokir kontaknya,” kata Boby.


Rupanya, perwira dengan dua melati di pundaknya itu juga pernah mendapat telepon serupa. Penelepon misterius itu mengaku menangkap anaknya karena kasus narkoba. Sama dengan Rohman, Boby juga heran dengan maksud penelepon tersebut. Sebab anaknya saat itu sedang bersamanya.


”Waktu saya di Surabaya sering terjadi hal demikian. Saya juga pernah ditelepon kalau anak saya masuk rumah sakit. Padahal anak saya bersama saya saat itu,” tuturnya.


Boby menyarankan agar masyarakat tidak mudah percaya pada penelepon yang menggunakan nomor tidak dikenal dengan mengaku dari kepolisian. Diterangkan, jika polisi melakukan penangkapan tentu dilengkapi dengan surat pemberitahuan. Jika tidak disertai surat pemberitahuan resmi dari kepolisian, lanjutnya, dipastikan itu tindakan penipuan.


”Tips lain, tanyakan dengan jelas. Jangan panik. Mengaku dari pihak kepolisian, tanya kepolisian mana, nama siapa, jabatannya apa, kantornya di mana, masalahnya apa,” sarannya. ”Kuncinya waspada dan tidak panik, tidak langsung percaya,” tegas Boby.

Editor : Abdul Basri
#bangkalan #kapolres bangkalan #penipuan #madura