Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lebih Dekat dengan Juara Musik Patrol Putra Sumekar

Abdul Basri • Minggu, 10 Juni 2018 | 00:16 WIB
Lebih Dekat dengan Juara Musik Patrol Putra Sumekar
Lebih Dekat dengan Juara Musik Patrol Putra Sumekar

SELASA malam (5/6) menjadi waktu bersejarah bagi 13 remaja asal Sumenep. Mereka yang rata-rata berusia antara 18–21 tahun itu bisa mengharumkan nama daerah di pentas Lomba Partol dan Daul Dug-Dug Se-Madura. Dalam lomba yang berlangsung di Bangkalan tersebut, grup bernama Putra Sumekar itu berhasil mengalahkan kontestan dari kabupaten lain di Madura.


Grup Putra Sumekar didirikan tepat pada hari lahir Pancasila. Yakni, Jumat, 1 Juni 2018. Meski tak genap berusia sepekan, mereka bisa langsung menyabet juara bergengsi. Mereka juga hanya lima kali latihan sebelum ikut lomba.


”Alhamdulillah kami bisa mengharumkan nama baik Sumenep di pentas regional,” kata Ach Sukriyanto, 19, salah seorang personel Putra Sumekar.


Pemuda asal Desa Tengedan, Kecamatan Batuputih, itu mengatakan bahwa ke depan banyak rencana yang akan dilakukan. Di antaranya, hendak bermetamorfosis dari hanya sekadar musik patrol menjadi musik daul.


”Kami dengan teman-teman optimistis bahwa kami bisa bersaing di kota-kota lainnya,” tambahnya.


Alat-alat yang dipakai oleh grup tersebut sebagian juga masih pinjam ke tetangga. Maklum persiapan mereka ikut lomba terhitung singkat. Karena itu, mereka berharap memiliki peralatan sendiri dan terus berkembang.


Personel grup itu berasal dari berbagai desa. Selain Sukriyanto, ada pula Fathor Rahman, 19, dan Nur Fausi, 20. Keduanya berasal dari Desa Kolpo, Kecamatan Batang-Batang. Kemudian, Amien Rosyidi, 18; Shobirul Fata, 18; Ainur Rosyid, 19; Zainur Rosy, 21; dan Azizur Rahman, 20. Kelimanya berasal dari Juruan Laok, Kecamatan Batuputih.


Personel lainnya, Al Farid, 19, berasal dari Desa Batuputih Kenek; Iqbal Faruq, 14, dari Desa Gedang-Gedang; Agus Suyono, 21, asal Desa Juruan Daya; dan Riky Susanto, 19, dari Desa Tengedan, Kecamatan Batuputih.


Pembina Putra Sumekar Muksid mengaku bangga dengan kesuksesan yang diraih anak buahnya. Dia berharap, mereka bisa berkembang lebih baik. Tetapi meski meraih juara se-Madura, dia meminta seluruh personel tetap tidak jemawa.


”Kita tidak boleh jemawa. Juara bukan satu-satunya tujuan. Yang terpenting, bagaimana kita melestarikan musik tong-tong atau patrol serta musik daul agar terus berjaya sebagai kekayaan kesenian Madura,” kata Muksid.

Editor : Abdul Basri