BANGKALAN – Niat Muh. Makmun Ibnu Fuad untuk mencalonkan kembali sebagai bupati Bangkalan 2018–2023 masih besar. Namun, keinginan tersebut tidak berbanding lurus dengan keputusan partai politik (parpol) yang mengusungnya pada Pilkada 2012.
Gabungan parpol itu kini berubah haluan. Semua parpol besar di Bangkalan seperti enggan meminang Ra Momon kembali. Bahkan, PAN yang menjadi kendaraan politik Ra Momon kala itu kini memilih pasangan lain. Partai berlambang matahari itu justru memberikan rekomendasi partai kepada pasangan Farid Alfauzi dan Sudarmawan.
Selain itu, Momon juga akan ditinggal wakilnya, Mondir A. Rofii. Ketua DPC PKB Bangkalan itu memilih berpasangan dengan pengasuh Ponpes Ibnu Kholil Imam Bkhori pada pilkada tahun ini.
Ketua DPD PAN Bangkalan Abdurrahman menyatakan, partainya tidak mengusung Momon kembali dalam Pilkada 2018. Itu karena tidak jodoh dan lebih pas menjagokan pasangan Farid Alfauzi dan Sudarmawan. ”Ya begitulah. Mungkin Pak Bupati juga lupa dengan PAN,” ujarnya singkat Rabu (3/1).
Sekretaris DPC PKB Bangkalan Khotib Marzuki (bukan Mahmudi Ibnu Khotib sebagaimana berita sebelumnya) mengatakan, keberadaan partai itu harus realistis. Termasuk PKB dalam menentukan pasangan calon di kontestasi pilkada nanti. ”Kalau dulu, PKB mau berpasangan dengan Ra Momon karena memang tingkat keterpilihannya tinggi. Meskipun, elektabilitasnya rendah,” katanya.
Kini rupa-rupanya tingkat keterpilihan Momon dinilai rendah. Di samping itu, kinerja selama menjabat sebagai orang nomor satu di Kota Salak belum memuaskan. ”Sehingga PKB tidak lagi bersedia dengan Ra Momon. Ini sudah klir,” terangnya.
Selain itu, selama menjabat, antara Ra Momon dan Mondir A. Rofii terjadi disharmoni. Hal itu juga menjadi pertimbangan PKB. ”Kalau kondisi seperti ini diteruskan tidak baik untuk Bangkalan ke depan,” tuturnya.
Sekretaris DPC PPP Bangkalan Taufieq Mashduqie mengaku dulu memang mengusung Momon. Sebab, kala itu PPP belum memiliki kader terbaiknya. ”Sekarang ngapain ngusung orang lain. Kalau di kader PPP itu ada yang mumpuni dan berkualitas,” katanya.
Karena itu, PPP memilih Abdul Latif Amin Imron selaku Ketua DPC PPP maju ikut kontestasi Pilkada 2018. ”Sosok Ra Latif dirasa sangat mampu menjadi bupati. Itu yang menjadi PPP tidak mengusung bupati yang sekarang ini,” terangnya.
Ketua DPC Partai Demokrat Bangkalan Abdurrachman menjelaskan, perkembangan politik itu sangat dinamis. Tidak bisa dielakkan lagi manakala ada beberapa partai yang tidak sama sikap politiknya antara sekarang dengan pilkada sebelumnya.
Alasan yang lain karena keputusan DPP tidak jatuh kepada bupati sekarang. Pengurus tingkat pusat memberikan surat tugas kepada Sudarmawan untuk memilih koalisi. ”Alhamdulillah disambut baik oleh Hanura. Sehingga, Demokrat memilih pasangan Farid Alfauzi dan Sudarmawan,” paparnya.
Sekretaris DPC Gerindra Bangkalan Imron Rosyadi memaparkan alasan tidak meminang Momon maju kembali karena banyak pertimbangan. Salah satunya, selama memimpin Bangkalan rupanya tidak ada prestasi membanggakan. ”Gerindra mengusung pasangan Ra Latif-Mohni. Sebab, dua sosok ini dinilai mampu dan saling melengkapi,” terangnya.
Pertimbangan lain, kata Imron, karena sesepuh Gerindra Fuad Amin menginginkan sosok Latif-Mohni maju di Pilkada 2018. ”Karena Kiai Fuad yang membesarkan Gerindra. Jadi, apa yang menjadi pilihan beliau sangat dipertimbangkan,” tuturnya.
Sementara Bupati Bangkalan Muh. Makmun Ibnu Fuad belum bisa dimintai keterangan kembali. Namun, belum lama ini Momon menegaskan jika dirinya akan maju di Pilkada 2018. Momon mengaku masih berupaya mencari rekomendasi parpol. ”Doakan saja. Tapi, kami mengimbau terjadi persaingan sehat di pilkada nanti,” ujarnya.
Editor : Abdul Basri