BANGKALAN – Identitas mayat yang ditemukan di Dusun Kalkal, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh, empat hari lalu akhirnya terkuak Selasa (28/11). Korban bernama Ali Gufron, warga Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kecamatan Kenjeran, Surabaya.
Pria berusia 23 tahun itu belakangan diketahui sebagai sopir taksi online. Diduga kuat Ali Gufron yang masih bertunangan itu sebagai korban perampokan. Sebab, kendaraan korban dibawa kabur oleh pelaku.
Sabtu sore (25/11), Ali Gufron berpamitan kepada orang tuanya untuk berangkat kerja sebagai sopir taksi online. Tanpa memiliki firasat buruk, orang tuanya mengizinkan Ali pergi bekerja.
Ali Gufron berangkat kerja menggunakan taksi online Avanza warna silver tahun 2017. Kemudian, Minggu pagi (26/11) sekitar pukul 06.00, dia ditemukan tewas di persawahan di pinggir Jalan Raya Dusun Kalkal, Desa Pangolangan, Kecamatan Burneh. Korban mengalami luka parah di bagian leher dan nyaris putus.
Maryamah, ibu Ali Gufron, menuturkan, Minggu (26/11) sudah mencoba menghubungi nomor seluler anaknya. Namun, tidak ada respons. Dia juga menanyakan kepada rekan kerja dan teman-temannya. Namun, tidak ada satu pun yang mengetahui keberadaan Ali.
Karena tidak mendapat kabar, Maryamah mulai khawatir dan kebingungan. ”Waktu dihubungi teleponnya gak bisa. Saya terus kepikiran,” tuturnya sambil menangis di ruang pemulasaraan janazah RSUD Syamrabu kemarin.
Dia tidak menyangka anaknya meninggal dengan mengenaskan. Ali Gufron dikenal baik di kalangan masyarakat. Maryamah mengetahui anaknya tewas dari media sosial.
Pihak keluarga berharap Polres Bangkalan bisa mengungkap dan menangkap pelaku. Menurut Maryamah, tindakan pelaku merupakan perbuatan keji. ”Mudah-mudahan polisi bisa menangkap pelaku dan dihukum seberat-beratnya,” harapnya.
Menanggapi itu, Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo memastikan Maryamah adalah orang tua Ali Gufron. Itu sesuai dengan beberapa dokumen yang disodorkan keluarga korban.
Di antaranya, satu lembar fotokopi KTP, SIM A, SKCK. Kemudian, satu lembar ijazah SD, dan satu lembar ijazah madrasah. Kemudian, satu lembar foto korban dan satu lembar fotokopi STNK. ”Kami pastikan korban itu benar-benar Ali Gufron. Orang tuanya telah menunjukkan bukti-bukti,” tegasnya.
Terungkapnya identitas korban menjadi pijakan awal polisi untuk melakukan pengembangan penyelidikan. ”Identitas korban sudah diketahui. Ini menjadi pintu masuk untuk melakukan penyelidikan,” ucapnya.
Saat ini polisi terus melakukan pengembangan penyelidikan. Tujuannya, mengungkap dan menangkap pelaku. Dilihat dari alur kronologinya, kasus perampokan disertai pembunuhan itu merupakan kasus pembunuhan berencana. Kemudian, mobil taksi online pasti dilengkapi dengan GPS sehingga lebih mudah bagi polisi melakukan pengungkapan.
”Sudah dulu, kami masih melakukan pengembangan. Doakan saja pelakunya tertangkap,” pungkasnya.
Editor : Abdul Basri