SUMENEP, RadarMadura.id – Pengurusan dokumen ratusan calon jemaah haji (CJH) asal Sumenep dilakukan tanpa harus datang ke Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Non TPI Pamekasan.
Sebab, layanan pengurusan paspor elektronik itu dapat diakses secara langsung di Kota Keris melalui Eazy Passport.
Upaya mendekatkan layanan tersebut sudah dilakukan pada Senin (21/9)–Jumat (25/9) di Kementerian Haji dan Umrah (KHU) Sumenep.
Pemusatan layanan publik tersebut bertujuan untuk mempermudah proses pengurusan bagi kelompok pemohon dalam jumlah besar.
Baca Juga: Imigrasi Pamekasan Edukasi Mahasiswa Asing UTM soal Visa dan Izin Tinggal
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Pamekasan Ahmad Muttaqin menjelaskan, Eazy Passport merupakan salah satu skema pelayanan yang dirancang untuk mendekatkan akses keimigrasian kepada masyarakat.
Petugas mendatangi lokasi pemohon sehingga proses tidak perlu kedatangan masyarakat ke kantor imigrasi.
”Kami memberikan kemudahan kepada masyarakat melalui pelayanan Eazy Passport. Pemohon tidak perlu datang ke kantor imigrasi karena petugas yang akan mendatangi lokasi yang telah ditentukan,” ungkap Muttaqin.
Skema pengurusan paspor tersebut dinilai relevan diterapkan bagi kelompok masyarakat yang mengurus paspor secara bersamaan.
Selain menghemat waktu perjalanan, pelayanan terpusat memudahkan pengaturan tahapan permohonan karena seluruh pemohon berada di lokasi yang sama.
Dalam pelayanan itu, petugas tidak hanya melakukan penerimaan berkas. Setiap pemohon melewati pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian dokumen, pengambilan foto, serta wawancara sebagai bagian dari tahapan permohonan paspor elektronik.
Pelaksanaan secara bertahap diterapkan agar dapat menjaga ketertiban selama proses berlangsung.
Dengan jumlah pemohon yang mencapai ratusan orang, pengaturan antrean menjadi bagian penting agar setiap tahapan dapat dilalui sesuai prosedur.
Baca Juga: Imigrasi Pamekasan Perkuat Sinergi Pengawasan Orang Asing melalui Rapat Timpora
Muttaqin menyampaikan, pelayanan di Sumenep juga berkaitan dengan kebutuhan dokumen perjalanan jemaah haji.
Kesiapan paspor menjadi salah satu bagian administratif yang perlu dipenuhi sebelum masyarakat melaksanakan perjalanan ke luar negeri untuk ibadah haji.
”Kami berupaya memberikan pelayanan yang mudah diakses, terutama bagi masyarakat yang mengajukan permohonan dalam jumlah banyak. Dengan layanan seperti ini, prosesnya bisa dilakukan lebih terkoordinasi di lokasi yang telah disepakati,” ujarnya.
Muttaqin menambahkan, pelayanan jemput bola menjadi salah satu upaya lembaganya dalam memperluas akses layanan keimigrasian.
Layanan tersebut dapat dimanfaatkan kelompok masyarakat yang memiliki kebutuhan pengurusan paspor secara kolektif.
”Selama lima hari pelaksanaan, seluruh 534 pemohon paspor elektronik berhasil dilayani. Rangkaian pelayanan berjalan tertib dan lancar tanpa kendala berarti,” pungkasnya. (lil/jup)
Editor : Hera Marylia