JAKARTA, RadarMadura.id – Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar melantik Dr Saiful Hadi, M.Pd sebagai rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Madura. Dia dilantik bersama sepuluh rektor lain di Jakarta, Senin (30/6).
Pelantikan tersebut merupakan bagian dari penegasan tugas tambahan kepada Rektor Saiful Hadi usai Kampus Taneyan Lanjang itu resmi beralih status dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menjadi UIN Madura pada Minggu (8/5).
”Pelantikan rektor oleh Kemenag adalah tindak lanjut dari Peraturan Presiden (Perpres) 52/2025. Berdasarkan hal itu, maka kewajiban Kemenag menetapkan pimpinan perguruan tinggi agar tidak terjadi kekosongan,” ungkap Saiful Selasa (1/7).
Sebagai pimpinan tertinggi, Saiful mulai menyiapkan tatanan untuk memperkuat dan mempercepat rumusan strategis yang menjadi acuan kelembagaan. Sehingga, kampus benar-benar telah bertransformasi. Baik secara institusi maupun individu.
”Kami sedang menyiapkan naskah urgensi yang diminta Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) dalam rangka pembahasan organisasi dan tata kerja yang akan dilakukan sebelas PTKIN,” tuturnya.
UIN Madura telah membentuk tim perumus naskah urgensi untuk memenuhi persyaratan pengembangan kelembagaan. Transformasi itu bisa memperkuat jati diri dan eksistensi kampus yang memiliki identitas kelembagaan.
”UIN Madura merupakan Kampus Taneyan Lanjang pengembangan ilmu pengetahuan integratif. Ini menjadi momentum yang kuat bahwa alih bentuk ini membutuhkan fondasi sebuah paradigma berpikir bagaimana lembaga memiliki identitas kuat,” ulasnya.
Saiful ingin melekatkan nilai-nilai lokal yang mengglobal. Yakni, sebuah kampus yang ditata dan dikelola dengan identitas atau khazanah kearifan lokal. Hal itu menjadi bagian penting untuk dirumuskan dalam nilai-nilai dasar kelembagaan.
”Kampus Taneyan Lanjang pengembangan ilmu pengetahuan Islam integratif bisa menjadi konfigurasi untuk menentukan arah perkembangan alih status tersebut. Terutama, pada aspek penguatan layanan akademik tridarma perguruan tinggi,” tegasnya.
Saiful percaya bahwa rumusan yang kuat bisa menjadi salah satu upaya pengembangan kampus yang lebih baik. Orientasi penelitian dan pengabdian diharapkan bisa berdampak pada perubahan peradaban masyarakat yang lebih baik ke depan.
Alumnus IAIN Sunan Ampel Surabaya itu berharap pemerintah bisa memberikan dukungan terhadap usulan-usulan kampus dalam melakukan pengembangan. Salah satunya, upaya untuk menambah jumlah program studi (prodi) umum di UIN Madura.
”Semoga kami dapat menyelesaikan tugas dan tanggung jawab utama yang ada di kampus dan hal-hal yang perlu dikembangkan. Kami juga melanjutkan tren positif internasionalisasi kampus. Mulai pengabdian hingga penelitian internasional,” harapnya. (afg/luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti