BANGKALAN, RadarMadura.id - Masalah kulit sering kali membuat kaum hawa tidak pede. Karena itu merawat dan memperhatian body lotion juga menjadi hal yang tak boleh diabaikan.
Misalnya, memilih lotion yang cocok dengan kondisi kulit dan tidak sembarangan memilih produk.
Seperti yang dilakukan oleh Zauhroni, seorang remaja asal Kecamatan Kokop, Bangkalan.
Remaja berusia 20 tahun itu merasa penting merawat kulit. Perempuan yang akrab disapa Sus itu memiliki tipe kulit kering yang kerap memberikan rasa tidak nyaman jika terpapar terik matahari.
”Saya lebih mengutamakan lotion yang mampu mengunci kelembapan dalam waktu lama karena kulit saya kering,” ujarnya.
Bagi sebagian orang, semua pelembap dianggap sama. Menurutnya, anggapan itu keliru, karena setiap produk memiliki bahan dan kandungan vitamin yang berbeda.
Kombinasi bahan tertentu menjadi kunci utama elastisitas kulit yang terhidrasi dengan baik. Kombinasi niacinamide dan ceramide cukup ideal untuk menjaga kulit kering.
Tak hanya soal formula, Sus juga memberikan tips soal jenis pelembap tubuh yang beredar di pasaran.
Dia menjelaskan bahwa body lotion memiliki tekstur ringan hingga sedang sangat cocok untuk penggunaan sehari-hari. Sementara untuk penanganan ekstra, diperlukan varian produk yang berbeda.
”Kalau body butter itu lebih kental dan lebih mirip pelembap, cocok untuk kulit kering. Sedangkan body serum mengandung bahan aktif lebih tinggi,” tuturnya.
Tidak hanya itu, dalam memilih produk, biasanya hal pertama yang selalu dilakukan adalah memeriksa daftar bahan untuk mengetahui bahan apa saja yang terkandung dalam lotion tersebut.
Sebab sebagian orang beranggapan bahwa lotion yang bagus identik dengan harum menyengat.
Padahal, esensi utama pelembap adalah menutrisi.
”Keharuman yang tahan lama bukan penentu kualitas lotion,” paparnya.
Sus memilih waktu yang tepat agar kandungan lotion menyerap sempurna ke dalam pori-pori kulit.
Menurutnya, mengoleskan pelembap yang tidak tepat waktu hanya akan membuang-buang produk karena hasilnya tak maksimal.
Lotion yang dipakai di malam hari hasilnya akan lebih optimal karena kulit melakukan regenerasi saat beristirahat.
”Waktu terbaik setelah mandi dan pada malam hari sebelum tidur,” terangnya.
Harga Mahal Belum Tentu Hasil Maksimal
Untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi, Sus juga rutin melakukan eksfoliasi guna mengangkat sel-sel kulit mati yang menumpuk. Biasanya, dia menggunakan scrub 2 sampai 3 kali dalam seminggu.
Setelah menggunakannya, dia langsung mengolesi kulit dengan lotion agar kulit tetap lembap.
”Tidak ada ukuran yang benar-benar baku. Yang terpenting seluruh permukaan kulit terlapisi secara merata dan tidak berlebihan,” ucapnya.
Harga lotion bisa didapatkan dengan harga yang cukup ramah di kantong. Di pasaran, banyak lotion lokal yang dijual murah kisaran Rp 9.000 hingga Rp 50.000.
Produk tersebut sudah mengandung pelembap dan pencerah yang memadai untuk digunakan sehari-hari.
Dia tidak menampik jika kandungan setiap lotion tidak jauh berbeda. Hanya saja, untuk lotion dengan harga yang mahal memiliki kandungan yang lebih baik. Perbedaan harga biasanya disebakan merek dan brand.
”Lotion dari brand ternama pasti harganya mencapai ratusan bahkan jutaan,” ungkapnya.
Menurut Sus, harga tidak menjamin bisa membuat kulit sehat dan putih merona. Baginya, kosmetik bukanlah sihir, melainkan soal kecocokan biologis dan kedisiplinan bagi setiap penggunanya. Terkadang, lotion dengan harga Rp 20 ribu, bisa memberikan manfaat sunblock.
Dia juga mengingatkan kaum hawa agar berhati-hati memilih lotoin. Sebab, marak beredar kosmetik palsu yang dijual bebas secara daring dan harga miring. Karena itu, masyarakat harus jeli dan hati-hati dalam memilih produk.
Apalagi efek samping produk abal-abal berbahaya bagi kesehatan dalam jangka panjang.
”Cara yang aman, membeli di official store resminya, memeriksa nomor BPOM, cek ulasan, dan memperhatikan kualitas kemasan, segel, serta labelnya,” tandasnya. (za/bil)
Editor : Amin Basiri