Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pashmina Nyaman Dipakai dan Mudah Dibentuk, Cocok Untuk Aktivitas Sehari-hari

Amin Basiri • Minggu, 19 April 2026 | 18:17 WIB
NYAMAN DIPAKAI: Via berpose mengenakan pashmina kaus warna hitam.
NYAMAN DIPAKAI: Via berpose mengenakan pashmina kaus warna hitam.

 

IDENTITAS 

Nama : Sindy Oktaviani Sugiarto

Panggilan : Via

Usia : 23 tahun

Alamat/domisili : Kota Probolinggo

Hobi : Melukis

Aktivitas : Pelajar/Mahasiswi UTM

PASHMINA kaus kini tengah populer, terutama di kalangan Generasi Z. Bahannya ringan, adem, dan melar sehingga mudah dibentuk berbagai model.

 Hijab ini kerap menjadi pilihan Gen-Z karena nyaman dan mudah ngebentuk wajah.

Model pashmina meleyot ini tidak sembarang digunakan. Ada teknik yang harus diperhatikan oleh penggunanya agar tetap terlihat rapi.

Biasanya pengguna pashmina kaus ini lebih sering menyebutnya teknis layering dan ditata agak longgar, namun tetap dikunci menggunakan peniti atau jarum di bagian tertentu agar terlihat rapi.

”Saya biasanya menggunakan teknik layering, tapi tetap dikunci menggunakan jarum agar tidak berantakan,” uncap Sindy Oktaviani Sugiarto, pengguna pashmina kaus.

Perempuan yang akrab disapa Via itu memilih untuk mengoleksi pashmina kaus.

Bahkan, hijab yang satu ini sudah menjadi pilihannya untuk kegiatan formal maupun informal. 

Salah satu alasan yang membuatnya jatuh hati pada pashmina kaus karena nyaman dan mudah di-styling.

”Yang paling terasa itu karena nyaman, bahannya adem, dan tidak licin. Intinya cocok banget buat aktivitas sehari-hari,” sambungnya.

Pashmina menjadi pilihan bagi sebagian besar Gen-Z, termasuk bagi Via. Untuk kegiatan formal dia memilih hijab ini, namun dengan style yang berbeda.

Misalnya untuk acara formal dia lebih memilih model dililit clean atau style yang sleek. 

Sementara untuk informal lebih bebas atau bisa menggunakan model meleyot.

”Untuk informal lebih bebas, menggunakan model yang lebih santai dan effortless,” imbuhnya.

Umumnya di pasaran pashmina kaus berukuran lebar sekitar 70–75 sentimeter dan panjang 170–180 sentimeter.

Ukurannya yang panjang memudahkan penggunanya memakai dengan berbagai model.

”Ukurannya yang panjang membuat kami lebih mudah untuk menggunakannya dengan berbagai gaya sesuai yang diinginkan,” paparnya. 

Cuci Manual agar Tak Mudah Rusak

BAHANNYA yang adem dan meleyot membuat perawatan pashmina kaus harus ekstra hati-hati agar tetap awet.

Sebagai pengoleksi yang sudah memilik puluhan jenis pashmina kaus, Via juga memberikan tips supaya tidak sembarang mencucinya. Dia tidak menyarankan pashmina kaus dicuci mengunakan mesin cuci.

Sebaiknya pengguna mencuci secara manual untuk menjaga hijab tidak mudah rusak. Saat dicuci juga tidak disarankan diperas terlalu keras karena akan menyebabkan kain mudah rusak.

 Sebaiknya kain ditekan perlahan dan dijemur dengan cara digantung agar bentuknya tetap rapi.

Dia juga menyarankan untuk menghindari penggunaan pemutih pakaian dan tidak terlalu sering dibilas.

”Air panas juga hindari karena bisa membuat warna pashmina cepat memudar,” sarannya.

Menurutnya, jenis hijab ini mudah didapatkan dan harganya ramah di kantong. Dengan uang Rp 30 ribu sudah bisa membeli pashmina basic.

Sedangkan untuk pashmina kategori premium atau brand tertentu harganya bisa di atas Rp 100 ribu.

”Harganya standar menurut saya untuk pashmina basic. Tapi untuk pashmina premium harganya memang mahal,” katanya.

Via mengaku mengoleksi berbagai macam pashmina, baik yang berbahan kaus, tencel, hingga rayon dengan kualitas yang berbeda.

Perempuan yang kini menempuh studi di Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) itu memilih pashmina kaus karena nyaman dan versatile.

”Bisa dipakai ke berbagai acara, mudah dipadu-padankan, dan menurut saya selalu jadi safe choice untuk tampil rapi, tapi tetap santai,” ucapnya. (za/bil)

Editor : Amin Basiri
#pashmina kaos #pashmina #hijab #model