Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Neng Fiky Aisyah, Desainer dari Pesantren Bawa Misi Kenalkan Fashion Sesuai Syariat

Berta SL Danafia • Jumat, 12 April 2024 | 14:20 WIB
DESAINER DARI PESANTREN: Neng Fiky Aisyah menunjukkan salah satu karyanya di kediamannya di Kelurahan Demangan, Bangkalan, Jumat (5/4). (AYU LATIFAH/JPRM)
DESAINER DARI PESANTREN: Neng Fiky Aisyah menunjukkan salah satu karyanya di kediamannya di Kelurahan Demangan, Bangkalan, Jumat (5/4). (AYU LATIFAH/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Berada di lingkungan pesantren tidak bisa dicap sebagai orang yang tertinggal dan tertutup.

Sudah banyak di antara insan pesantren yang berhasil dan memiliki karier cemerlang.

Seperti Neng Fiky Aisyah yang merupakan tokoh perempuan inspiratif dari pesantren yang terkenal dengan karya desainernya.

Neng Fiky merupakan istri Lora Mohammad Nasih Aschal atau Lora Nasih.

Berada di lingkungan Pondok Pesantren Syaikhona Moch. Kholil Bangkalan tidak menghalangi Neng Fiky untuk tetap produktif.

Terutama mendalami dunia bisnis sebagai desainer.

”Saya menjalin rumah tangga itu dengan nikah muda, karena berada di kalangan pesantren, jadi harus selalu di rumah. Jadi mulailah saya mencoba untuk berbisnis online,” katanya kepada JPRM Jumat (5/4).

Kali pertama tertarik pada dunia fashion melalui pakaian anak-anak. Hal itu terus dia kembangkan hingga berhasil membuka toko sendiri.

Namun, pendalamannya di dunia fashion tidak berhenti di situ. Neng Fiky melanjutkan mengikuti sekolah fashion di Kota Surabaya pada 2015.

Pendalaman fashion yang dia pelajari tidak hanya pakaian anak. Tapi, juga pakaian dewasa.

ENTREPRENEUR: Neng Fiky Aisyah sedang menjahit diruangannya di Kediamannya Kelurahan Demangan, Bangkalan, Jumat (5/4). (AYU LATIFAH/JPRM)
ENTREPRENEUR: Neng Fiky Aisyah sedang menjahit diruangannya di Kediamannya Kelurahan Demangan, Bangkalan, Jumat (5/4). (AYU LATIFAH/JPRM)

”Hingga pada 2018 saya didesak teman untuk menekuni fashion muslim dewasa,” tambahnya.

Semula Neng Fiky pesimistis untuk terjun di dunia fashion muslimah. Sebab, sudah banyak pebisnis yang akan menjadi saingan.

Untuk menjadi wanita karier di lingkungan pesantren, dirinya ingin menjadi desainer yang berbeda.

”Saya tidak hanya ingin bicara bisnis, kemudian selesai. Tapi, dari bisnis fashion ini saya bisa memberikan suatu nilai tersendiri,” jelasnya.

Nilai yang dimaksud perempuan berkacamata tersebut adalah misi mengenalkan fashion muslimah yang sesuai semestinya.

Yakni, merujuk pada pakaian muslimah yang sesuai syariat Islam. Hal inilah yang mendorong Neng Fiky untuk terus terjun ke dunia fashion sebagai jalan dakwah.

”Dunia fashion memang terus berkembang, tapi banyak yang tidak memahami fashion muslimah itu sendiri,” keluh perempuan kelahiran 21 Januari 1992 tersebut.

”Jadi, kenapa tidak jika ada dari kalangan pesantren yang bisa memberikan panduan terkait ini tapi tidak menghilangkan keindahan,” ungkapnya.

Saat ini dia telah berhasil membuat ratusan pakaian muslimah. Karyanya juga telah tampil di belasan event.

SESUAI SYARIAT: Salah satu karya Neng Fiky Aisyah. (AYU LATIFAH/JPRM)
SESUAI SYARIAT: Salah satu karya Neng Fiky Aisyah. (AYU LATIFAH/JPRM)

Juga pernah melakukan fashion show tunggal. ”Setiap tampil saya bisa menampilkan 6–12 set pakaian,” tuturnya.

Menurut perempuan 32 tahun itu, perjalanan kariernya di dunia fashion memiliki kesan tersendiri.

Dia pernah harus menyelesaikan rancangan lima desainer dalam waktu lima hari. Tantangan itu berhasil dia selesaikan.

”Saya merasa puas dengan hasil yang didapat, meski kondisi saya waktu itu sulit mendapatkan inspirasi,” terangnya.

Momen lain yang bikin terkesan yaitu ketika tampil di Kick Off Satu Abad NU di Surabaya. Hal itu merupakan penghargaan terbaik baginya.

Sebab, dengan terpilih sebagai desainer pilihan, dirinya bisa menunjukkan keberhasilan dalam misinya.

”Saya merasa dihargai sebagai orang NU dan misi saya berhasil. Selama ini saya memang berniat mengusung pakaian moderat, dan hanya di NU yang mengusung keislaman yang moderat. Seakan ini sejalan dengan misi saya,” ucapnya.

Meskipun berkecimpung di dunia desainer, Neng Fiky tidak pernah melupakan kewajiban sebagai istri. Dia mengakui bisa berdiri dan berhasil berkat rida suami, Lora Nasih.

”Sebenarnya saya di dunia fashion ini on-off. Meskipun saya entrepreneur, prioritas tetap keluarga,” ucap ibu dari tujuh buah hati itu. (ay/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#pesantren #desainer