Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Ikonik! Kaus Brand Lokal Ini Turut Rawat Bahasa Madura sebagai Wujud Pelestarian Budaya

Fatmasari Margaretta • Minggu, 19 November 2023 | 20:08 WIB

KASUAL: Jamiyatus Syarifah Amalia tampil elegan dengan pemakaian t-shirt brand lokal. (ABRAR GHAZY HARDIAN/JPRM)
KASUAL: Jamiyatus Syarifah Amalia tampil elegan dengan pemakaian t-shirt brand lokal. (ABRAR GHAZY HARDIAN/JPRM)
KASUAL: Jamiyatus Syarifah Amalia tampil elegan dengan pemakaian t-shirt brand lokal. (ABRAR GHAZY HARDIAN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id — Brand lokal t-shirt milik Kasokan ini berdiri sejak 2021. Kaus brand lokal ini ditawarkan tidak hanya sebagai tren fashion masa kini. Namun, juga dirancang sebagai wujud pelestarian budaya dalam bahasa Madura.

Salah satu anggota Kasokan Sofian mengatakan, awal mula membuat kaus brand lokal karena menjadi bagian bentuk pengabdian.

Yakni, merawat bahasa halus yang dimiliki masyarakat Madura untuk tetap dilestarikan. Terutama tujuan ini merupakan dawuh langsung dari salah satu kiai di Madura.

”Insiatif ini bagian dawuh Kiai Moh. Fauzi untuk bisa melestarikan bahasa halus dalam kehidupan sehari-hari, yang kami mulai dengan kaus brand lokal ini,” katanya Sabtu (11/11).

Diksi yang dipilih dalam desain yang dituangkan memang diambil dari tingkatan bahasa halus bahasa Madura. Seperti penggunaan kata Kadhung Esto, Eantosa Kerrongnga, Tatakrama, Kadhinto, dan bahas halus lainnya.

Selain penggunaan kata setiap hari, pemilihan kata yang dipilih juga berasal dari parebasan.

”Bahasa yang kami pilih itu bahasa yang dipakai setiap hari, contohnya kadhinto merupakan diksi bahasa yang lumrah kita dengar,” tambahnya.

Pemilihan kosakata pada diksi yang digunakan memang melalui beberapa tahap. Sebab, pengucapan bahasa Madura di berbagai daerah memiliki logat dan bahasa keseharian yang tidak sama.

Sehingga, pemakaian diksi yang digunakan dipilih dengan bahasa yang paling mudah dipahami oleh masyarakat pada umumnya.

”Kami sodorkan beberapa kosa kata, kami coba padukan pengunaan kata yang tepat dan kiranya juga nyaman ketika diucapkan,” terangnya.

Untuk mengikuti perkembangan fashion saat ini brand lokal tersebut memang didesain semaksimal mungkin. Dengan target brand ini mampu diminati dan diterapkan oleh anak muda.

Tentunya pemilihan kosa kata yang menyingung anak muda juga dipilih dalam pemilihan diksi.

”Target anak muda kita pilih karena banyak dari mereka sudah melupakan bahasa halus ini. Jadi seperti pemilihan kata Taresna ini memang menyingung anak muda,” jelasnya.

Pria asal Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, itu tidak memungkiri bahwa pada produk lokal ini memang terdapat makna desain tersediri.

Kaus ini juga dilengkapi penuangan seni berupa gambar yang pilih secara ikonik.

”Pada tulisan di baju tertentu juga terdapat gambar tersendiri yang kami desain menggambarkan kosa kata itu sendiri,” tuturnya.

Meski kaus yang didesain untuk pakaian laki-laki, namun t-shirt tersebut juga bisa digunakan oleh kaum hawa sebagai tren fashion.

Untuk mempertahankan brand lokal tersebut, Sofian cukup mengandalkan relasi. Hal itu dinilai lebih efektif untuk mengenalkan brand lokal dan pemasaran.

”Kami mempertahankan brand lokal ini dari segi pemasaran dan sebagainya melalui relasi dan media sosial,” jelasnya. (ay/luq)

Editor : Fatmasari Margaretta
#Gen Z #bangkalan #Trending #berita bangkalan #anak muda #Style #milenial #kaus #terkini #Ikonik #radar madura