BANGKALAN, Jawa Pos Radar Madura – t-shirt bagi kaum kasual bukanlah gaya fashion yang baru lagi. Apalagi, t-shirt dari brand lokal saat ini memiliki ciri khas tersendiri. Terlebih, desain yang ditawarkan memiliki makna tersirat.
Firliana Dewi Savitri, mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menyukai pakaian t-shirt sudah terbilang lama.
Pakaian berjenis kaus tersebut masuk pada bagian gaya fashion-nya sejak dia duduk di bangku SMP.
”Sejak SMP saya suka t-shirt. Selain mementingkan kenyamanan, pakaian ini dipilih juga karena gambar atau tulisan pada pakaian tersebut,” katanya Sabtu (11/11).
Salah satu ketertarikannya menggunakan t-shirt karena aneka desain yang ditampilkan. Dirinya juga mengaku mencintai produk lokal yang memiliki keunikan khas, baik dalam segi desain dan sebagainya.
Misalnya kaus brand Kasokan yang cukup membuatnya bangga sebagai putri daerah.
”Lebih-lebih jika t-shirt yang saya gunakan merupakan produk lokal dari kota kelahiran sendiri, ini menjadi daya tarik bagi saya untuk menggunakan dan ada kebanggaan,” tambah mahasiswi psikologi itu.
Keunikan yang ditawarkan oleh produk lokal memang berbeda dengan produk t-shirt pada umumnya. Misalnya dari penyajian gambar dan tulisan pada kaus yang dinilai unik. Seperti kata Tatakrama yang mungkin tidak akan ditemukan di kaus pada umumnya.
”Selain gambar, ada juga kata unik di dalamnya, tentunya memiliki arti yang khas,” terangnya.
Perempuan 20 tahun itu mengungkapkan, sampai saat ini dirinya memang masih mempertahankan brand lokal dibandingkan brand luar.
Sebab, selain untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, produk lokal dipilih karena desain yang berbeda.
Terlebih, Firliana menyebutkan bahwa brand lokal memiliki makna yang tersirat.
”Bagi saya, produk lokal memiliki ciri khas tersendiri dari desainnya kerap memiliki makna tersirat,” jelasnya.
Makna yang disampaikan brand lokal asal Kota Bangkalan tersebut memang sangat khas. Para perancang memang sengaja ingin menyampaikan makna tertentu melalui seni yang dituangkan.
Karakteristik itu kemudian muncul sebagai ikonik yang hanya ditemukan di produk lokal.
”Perpaduan seni ini memberikan inovatif tersendiri untuk menyongsong nilai-nilai budaya di dalamnya yang sangat perlu dikembangkan dan dilestarikan,” ujarnya. (ay/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta