Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dokter Poli Bedah RSUD Syamrabu Berbagi Cara Mencegah Penyakit Usus Buntu

Ina Herdiyana • 2024-10-22 00:41:11
Dokter Penanggung Jawab Poli Bedah RSUD Syamrabu dr. Yusfik Helmi Hidayat, Sp.B, M.Kes., FINACS, FICS.
Dokter Penanggung Jawab Poli Bedah RSUD Syamrabu dr. Yusfik Helmi Hidayat, Sp.B, M.Kes., FINACS, FICS.

BANGKALAN, RadarMadura.id – Radang usus buntu termasuk penyakit yang membahayakan karena dapat menyebabkan beberapa kondisi. Mulai dari peradangan, pembengkakan, dan infeksi pada usus.

Dokter Penanggung Jawab Poli Bedah RSUD Syamrbu dr. Yusfik Helmi Hidayat, Sp.B, M.Kes., FINACS, FICS menjelaskan, radang usus buntu merupakan penyakit pembengkakan pada usus buntu. Yaitu, usus yang terletak di perut kanan bawah di antara usus halus dan usus besar.

Penyakit usus buntu terjadi akibat terjadinya penyumbatan pada rongga usus. Kondisi itu membuat bakteri berkembang dengan cepat dan terkurung di dalam usus buntu. Akibatnya, usus buntu meradang, membengkak, hingga bernanah, dan terjadinya perforasi atau lubang.

Hal itu bisa mengakibatkan infeksi di seluruh perut dan membahayakan. ”Kondisi ini (usus buntu) bisa terjadi pada semua kelompok usia, termasuk anak-anak dan orang dewasa yang lebih tua,” ujarnya.

Yusfik mengatakan, usus buntu termasuk penyakit yang harus diwaspadai. Utamanya, apabila terdapat nyeri ulu hati yang muncul tiba-tiba. Lalu, nyeri yang dirasakan berpindah ke perut kanan bawah dalam beberapa jam disertai demam.

”Nyeri yang biasanya terjadi bertahap, diawali dari nyeri ulu hati, kemudian bergeser ke perut kanan bawah dan semakin parah,” terang pria yang biasa dipanggil dokter Yusfik tersebut.

Kasus usus buntu di  Madura sama dengan kebanyakan daerah lainnya.  Yakni, dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di antarnya, pola makan, akses ke layanan kesehatan, dan kesadaran masyarakat tentang gejala dan pengobatan yang masih rendah.

”Selama 2023, terdapat 223 pasien dioperasi usus buntu di RSUD Syamrabu. Perinciannya, 80 persen usus buntu biasa dan 20 persen lainnya dalam keadaaan sudah pecah,” sambungnya.

Dokter spesialis bedah itu menambahkan, masyarakat Madura memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan tradisional. Misalnya, makanan bersantan, pedas, dan jerohan. Semuanya bisa menjadi pemicu usus buntu.

”Faktor risiko lain yang bisa berkontribusi terjadinya usus buntu adalah  gaya hidup dan pola makan modern. Terkadang juga karena endemis dari penyakit tuberculosis, terkadang rancu atau dapat bersamaan dengan sakit usus buntu dan tuberculosis usus" sambungnya.

Ada beberapa tips yang dapat dilakukan untuk terhindar dari penyakit usus buntu. Di antaranya, diet sehat dengan mengkonsumsi makanan tinggi serat. Seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.

Baca Juga: Dokter Spesialis Bedah Saraf RSUD Syamrabu Ingatkan Waspadai Tumor Otak

Kemudian, menjaga kebutuhan cairan tubuh dengan baik. Minimal minum dua liter air per hari. Lalu, olahraga teratur.

Selanjutnya, menghindari  kebiasaan buruk seperti menghindari makanan olahan atau tinggi lemak dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan dan harus rutin melakukan konsultasi medis serta melakukan pemeriksaan secara rutin. (jup)

Editor : Ina Herdiyana
#poli bedah #Pelayanan #kesehatan #rsud syamrabu bangkalan