PAMEKASAN, RadarMadura.id– Memasuki musim pancaroba dengan perubahan cuaca ekstrem, masyarakat diimbau lebih waspada terhadap kondisi kesehatan. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan Galih Anjung Sari juga mengingatkan pentingnya menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif dengan membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulan.
“Perubahan cuaca di musim pancaroba membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat perlu memastikan bahwa status kepesertaan JKN tetap aktif agar dapat mengakses layanan kesehatan tanpa kendala. Kami mengingatkan peserta JKN, khususnya peserta segmen mandiri, untuk disiplin membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulan agar tidak terjadi tunggakan yang dapat menghambat pelayanan,” kata Galih saat ditemui di ruangannya pada Kamis (9/4).
Galih menjelaskan BPJS Kesehatan terus menghadirkan berbagai inovasi untuk memudahkan peserta membayar iuran. Salah satu kemudahan yang bisa dimanfaatkan adalah layanan autodebit untuk pembayaran otomatis setiap bulan.
“Peserta dapat memanfaatkan layanan autodebit agar tidak lupa membayar iuran. Iuran akan terpotong otomatis setiap bulan, tentunya dengan memastikan saldo mencukupi. Pendaftaran autodebit juga dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Mobile JKN,” jelas Galih.
Ia menambahkan saat ini tersedia hampir satu juta kanal pembayaran yang dapat dimanfaatkan peserta JKN. Kanal tersebut meliputi fasilitas perbankan seperti ATM dan mobile banking, minimarket, hingga dompet digital.
“Dengan banyaknya pilihan kanal pembayaran, kami berharap tidak ada lagi alasan untuk terlambat membayar iuran. Semua kemudahan ini dihadirkan untuk mendukung peserta agar tetap aktif dalam Program JKN,” ujarnya.
Sementara itu, Hendri Syahrial (44), pengemudi ojek online asal Pamekasan, mengaku telah menjadi peserta JKN selama tiga tahun terakhir. Ia menyadari pentingnya membayar iuran tepat waktu setelah sempat mengalami tunggakan.
“Saya sempat menunggak iuran selama kurang lebih dua tahun terakhir dengan total sekitar Rp 11 juta. Akhirnya saya memutuskan untuk melunasi seluruh tunggakan agar status kepesertaan saya bisa langsung aktif kembali agar saat membutuhkan layanan kesehatan tidak ada kendala,” ungkap Hendri.
Hendri juga merasakan kemudahan layanan digital melalui aplikasi Mobile JKN yang disediakan BPJS Kesehatan. Ia menilai aplikasi tersebut membantu berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus datang ke kantor.
“Saya sering menggunakan Aplikasi Mobile JKN untuk pindah fasilitas kesehatan, cek tagihan iuran, dan memastikan status kepesertaan saya aktif. Bahkan saat berobat ke FKTP, saya cukup menunjukkan kartu digital dari aplikasi,” ujar Hendri. (*/dry)
Editor : Hendriyanto