PAMEKASAN, RadarMadura.id - Memasuki tahun 2026, upaya menjaga kesehatan menjadi langkah penting bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup.
Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dapat memulainya dengan memanfaatkan fitur Skrining Riwayat Kesehatan yang tersedia di Aplikasi Mobile JKN sebagai sarana deteksi dini risiko penyakit kronis.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Galih Anjung Sari, menyampaikan bahwa Skrining Riwayat Kesehatan merupakan salah satu inovasi yang bertujuan meningkatkan kesadaran peserta terhadap kondisi kesehatannya.
Melalui skrining ini, peserta dapat mengetahui potensi risiko penyakit kronis sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Skrining Riwayat Kesehatan di Aplikasi Mobile JKN membantu peserta mengenali risiko penyakit kronis sejak dini. Semakin cepat risiko terdeteksi, semakin besar peluang untuk melakukan pencegahan dan penanganan secara optimal. Upaya ini juga sejalan dengan pendekatan promotif dan preventif dalam Program JKN,” ujar Galih saat ditemui pada Senin (29/12).
Galih menambahkan bahwa skrining tersebut dapat diakses dengan mudah kapan saja dan di mana saja melalui Aplikasi Mobile JKN. Peserta hanya perlu menjawab sejumlah pertanyaan terkait kondisi kesehatan, riwayat penyakit, serta kebiasaan hidup sehari-hari tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Menjelang Akhir Tahun, BPJS Kesehatan Ingatkan Peserta Disiplin Bayar Iuran JKN
“Hasil skrining dapat menjadi rujukan awal bagi peserta untuk berkonsultasi dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama. Dengan kemudahan ini, diharapkan peserta semakin aktif memantau dan menjaga kondisi kesehatannya. Kesadaran melakukan skrining secara berkala menjadi bagian penting dalam membangun perilaku hidup sehat,” ujarnya.
Manfaat Skrining Riwayat Kesehatan turut dirasakan oleh peserta JKN asal Kabupaten Pamekasan, Agus (46). Ia mengaku fitur tersebut memudahkan peserta untuk mengetahui gambaran kondisi kesehatannya secara mandiri sebagai langkah awal pencegahan penyakit.
“Melalui skrining di Aplikasi Mobile JKN, saya jadi lebih memahami kondisi kesehatan saya sendiri. Prosesnya sederhana dan bisa dilakukan kapan saja tanpa harus ke fasilitas kesehatan. Dari hasil skrining itu, saya jadi lebih sadar untuk menjaga pola hidup dan memperhatikan kondisi tubuh,” kata Agus.
Agus menilai bahwa skrining kesehatan sangat bermanfaat sebagai bekal menjaga kesehatan di awal tahun. Menurutnya, mengetahui risiko sejak dini akan membuat peserta lebih siap dalam menghadapi berbagai aktivitas ke depan.
“Dengan mengetahui risiko penyakit lebih cepat, kita bisa segera melakukan pencegahan atau memeriksakan diri jika diperlukan. Jadi memasuki tahun 2026, saya merasa lebih tenang karena sudah mulai peduli pada kesehatan sejak sekarang,” tutup Agus. (*/dry)
Editor : Hendriyanto