RadarMadura.id - Serai menjadi tanaman favorit karena mudah ditanam dan bermanfaat untuk dapur.
Banyak orang kini memilih menanam serai di rumah sebagai solusi praktis.
Selain hemat, perawatannya juga tidak memerlukan keahlian khusus.
Tanaman serai dapat tumbuh baik di pot maupun langsung di tanah.
Syarat utamanya adalah media tanam gembur dan tidak tergenang air.
Paparan sinar matahari yang cukup membantu serai tumbuh lebih cepat.
Pemilihan bibit menjadi langkah awal yang menentukan hasil.
Gunakan batang serai segar dengan akar kecil di bagian bawahnya.
Bibit sehat memudahkan proses adaptasi setelah ditanam.
Penyiraman serai sebaiknya dilakukan secara rutin namun tidak berlebihan.
Tanah yang terlalu basah justru berisiko membuat akar membusuk.
Idealnya, penyiraman dilakukan satu hingga dua kali sehari.
Baca Juga: Serai untuk Obat Tradisional, Ini Fakta yang Jarang Diketahui Banyak Orang
Pemupukan juga berperan penting dalam pertumbuhan serai.
Pupuk organik seperti kompos atau pupuk kandang sangat dianjurkan.
Nutrisi alami membantu batang serai tumbuh lebih besar dan kuat.
Perawatan sederhana lainnya adalah membersihkan gulma di sekitar tanaman.
Gulma dapat menghambat penyerapan nutrisi dari tanah. Dengan area tanam bersih, pertumbuhan serai menjadi lebih optimal.
Serai tergolong tanaman yang tahan terhadap hama ringan.
Meski begitu, pemeriksaan rutin tetap diperlukan untuk mencegah kerusakan.
Jika ditemukan daun menguning, pemangkasan bisa menjadi solusi.
Panen serai dapat dilakukan saat batang cukup besar dan beraroma kuat.
Biasanya, serai sudah bisa dipanen setelah beberapa bulan penanaman. Menariknya, serai bisa tumbuh kembali setelah dipotong.
Menanam dan merawat serai di rumah memberikan banyak keuntungan.
Selain mudah, hasilnya bisa dimanfaatkan kapan saja. Dengan perawatan tepat, serai akan tumbuh subur dan tahan lama.
Editor : Amin Basiri