RadarMadura.id - Tanaman ciplukan yang dulu dianggap gulma kini banyak dimanfaatkan sebagai herbal.
Salah satu olahan yang populer adalah teh ciplukan yang dipercaya mampu menjaga daya tahan tubuh.
Menariknya, teh ini bisa dibuat kering sehingga awet disimpan berbulan-bulan.
Proses pengeringan teh ciplukan tidak sulit dan bisa dilakukan di rumah.
Buah atau daun ciplukan dipilih yang segar agar hasilnya berkualitas.
Setelah itu, bahan dicuci bersih untuk menghilangkan kotoran yang menempel.
Tahap berikutnya adalah menjemur di bawah sinar matahari langsung.
Proses ini membutuhkan waktu dua hingga tiga hari hingga teksturnya benar-benar kering.
Alternatif lain, pengeringan bisa dilakukan dengan oven pada suhu rendah.
Teh ciplukan kering yang sudah jadi dapat disimpan dalam wadah kedap udara.
Penyimpanan sebaiknya dilakukan di tempat sejuk dan terhindar dari sinar matahari.
Cara ini mampu menjaga kualitas dan aroma teh tetap segar.
Baca Juga: Rute Termudah ke Pantai Netsapa! Pendatang Baru Wajib Tahu Jalur Ini
Saat ingin dikonsumsi, cukup seduh satu sendok teh ciplukan kering dengan air panas.
Diamkan beberapa menit hingga warna air berubah menjadi kekuningan.
Tambahkan madu atau jahe untuk meningkatkan rasa sekaligus manfaat kesehatan.
Teh ciplukan dikenal kaya antioksidan dan vitamin C yang baik untuk imun tubuh.
Minuman ini juga dipercaya membantu meredakan batuk dan menenangkan pikiran. Tak heran jika permintaannya terus meningkat di pasaran.
Selain untuk konsumsi pribadi, teh ciplukan kering juga memiliki nilai ekonomi tinggi.
Produk herbal ini bisa dijual dalam kemasan sederhana maupun modern.
Pasar lokal dan ekspor sama-sama menunjukkan minat yang besar.
Namun, penting untuk tetap memperhatikan aturan konsumsi.
Minum secara berlebihan dapat menurunkan tekanan darah secara drastis. Karena itu, sebaiknya dikonsumsi dalam porsi wajar.
Dengan cara pengolahan yang tepat, teh ciplukan kering bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan.
Ia juga membuka peluang usaha baru yang menguntungkan bagi petani maupun pelaku UMKM.
Dari tanaman liar, ciplukan kini menjelma menjadi minuman herbal bernilai tinggi.
Editor : Amin Basiri