RadarMadura.id - Di kalangan masyarakat, tapak liman dan pegagan sering dianggap sama.
Keduanya memang memiliki daun hijau yang sekilas mirip bentuknya.
Padahal, kedua tanaman herbal ini memiliki ciri khas dan manfaat berbeda.
Tapak liman dikenal dengan daun bergerigi dan bertekstur agak kasar.
Tanaman ini tumbuh liar di pekarangan atau tepi jalan. Tingginya bisa mencapai setengah meter dengan batang bercabang.
Sementara itu, pegagan memiliki daun bundar dengan tepian halus.
Tanaman ini merambat rendah di tanah dan jarang tumbuh menjulang. Bentuknya yang unik sering membuatnya mudah dikenali.
Dari segi khasiat, tapak liman terkenal untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
Kandungan flavonoid dan saponin di dalamnya berfungsi sebagai antioksidan.
Herbal ini juga sering digunakan untuk mengobati luka luar.
Berbeda dengan itu, pegagan lebih banyak dimanfaatkan untuk kesehatan otak.
Tanaman ini dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.
Bahkan, pegagan populer sebagai herbal untuk memperlancar sirkulasi darah.
Meski sama-sama bermanfaat, cara pengolahan keduanya juga berbeda.
Tapak liman biasanya direbus atau ditumbuk sebagai obat tradisional.
Sedangkan pegagan kerap diolah menjadi jus segar maupun kapsul herbal.
Bagi masyarakat awam, perbedaan ini sangat penting untuk diketahui.
Salah memilih tanaman bisa membuat khasiatnya tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Oleh karena itu, mengenali ciri fisik menjadi langkah awal yang bijak.
Tak sedikit orang yang kini membudidayakan tapak liman maupun pegagan.
Keduanya dianggap punya nilai ekonomi dan kesehatan yang tinggi. Permintaan pasar terhadap produk herbal semakin meningkat.
Dengan mengetahui perbedaan jelas antara tapak liman dan pegagan, masyarakat tidak lagi tertukar.
Kedua tanaman ini sama-sama bermanfaat sesuai fungsi alaminya. Alam pun sekali lagi membuktikan kekayaan herbal yang luar biasa.
Editor : Amin Basiri