PAMEKASAN, RadarMadura.id – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan BPJS Kesehatan tidak berdiri sendiri. Di balik layanan yang dirasakan masyarakat, banyak pihak berkolaborasi untuk menjaga keberlangsungan program ini.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Galih Anjungsari, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Program JKN merupakan hasil kerja sama lintas sektor. Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga keuangan, dan masyarakat.
“BPJS Kesehatan tidak bekerja sendirian. Banyak kawan-kawan yang terlibat di balik layar, mulai dari instansi pemerintah pusat hingga daerah, tenaga medis, hingga mitra keuangan. Semua berperan memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan,” ujar Galih saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/10).
Galih mencontohkan, pada tingkat nasional sinergi dilakukan bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Kesehatan. Kementerian Sosial mendata masyarakat tidak mampu, sedangkan Kementerian Kesehatan mendaftarkan dan membayarkan iurannya, sementara BPJS Kesehatan menjamin layanan kesehatan yang diberikan fasilitas kesehatan sesuai ketentuan.
“Untuk peserta yang merupakan pekerja, perusahaan juga berperan penting. Pemberi kerja mendata, mendaftarkan, dan membayarkan iuran karyawan agar terlindungi dalam Program JKN,” tambah Galih.
Dari sisi keuangan, Galih menjelaskan keberlanjutan program JKN didukung berbagai pihak. Pemerintah pusat membiayai peserta PBI JK, sedangkan pemerintah daerah menanggung segmen PBPU Pemda dan instansi membayar sebagian iuran pekerja penerima upah.
“Dukungan juga datang dari mitra perbankan, jaringan minimarket, dan lembaga keuangan lainnya. Mereka membantu masyarakat agar mudah membayar iuran di mana pun dan kapan pun,” jelasnya.
Dalam aspek pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan bermitra dengan berbagai fasilitas kesehatan dan tenaga medis. Dokter, perawat, bidan, dan tenaga farmasi di puskesmas, klinik, serta rumah sakit menjadi garda terdepan melayani peserta.
“Selain tenaga medis, perusahaan obat dan penyedia alat kesehatan juga berkontribusi menjaga ketersediaan obat dan peralatan medis. Semua unsur ini saling melengkapi untuk menjamin layanan tetap optimal,” tutur Galih.
Dari sisi pengawasan, program JKN diawasi oleh lembaga pemerintah seperti BPK, BPKP, OJK, dan KPK. Lembaga swadaya masyarakat dan pengawas independen juga turut memastikan transparansi serta akuntabilitas pelaksanaan program.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Tegaskan Perbedaan JKN dengan Asuransi Swasta, Manfaat Lebih Luas dan Terjangkau
“Dalam penyusunan regulasi dan evaluasi program, kami juga melibatkan akademisi, pakar, dan perwakilan masyarakat. Semua duduk bersama demi meningkatkan mutu layanan bagi peserta,” kata Galih.
Galih mengajak seluruh masyarakat berperan aktif menjaga keberlanjutan Program JKN. Ia menegaskan bahwa ekosistem JKN terbentuk dari semangat gotong royong semua pihak.
“Semua pihak, termasuk peserta, memiliki peran besar dalam keberlangsungan program ini. Terima kasih kepada seluruh kawan-kawan yang sudah menjadi bagian dari ekosistem JKN,” pungkas Galih.
Sementara itu, Herliana, peserta JKN asal Sumenep, mengaku sangat terbantu dengan layanan BPJS Kesehatan. Ia merasakan langsung manfaat perlindungan kesehatan yang mudah diakses dan ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan.
“Adik saya pernah dirawat di rumah sakit, dan semua biayanya ditanggung BPJS Kesehatan. Prosesnya cepat dan tidak ribet, membuat kami merasa aman,” ujar Herliana.
Herliana menilai keberhasilan Program JKN tidak lepas dari kerja sama banyak pihak. Ia juga mengapresiasi pelayanan BPJS Kesehatan yang semakin transparan dan responsif.
“Saya baru tahu bahwa banyak lembaga yang terlibat, dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga lembaga keuangan. Semuanya bekerja agar masyarakat bisa berobat tanpa khawatir biaya,” kata Herliana.
Ia berharap masyarakat terus menjaga keberlangsungan Program JKN dengan rutin membayar iuran. Menurutnya, dengan dukungan semua pihak, JKN akan terus memberi manfaat bagi generasi mendatang.
“Kalau kita semua ikut mendukung, JKN akan terus berjalan dan membantu lebih banyak orang. Terima kasih untuk BPJS Kesehatan dan semua pihak yang sudah berperan,” tutupnya. (dry)
Editor : Hendriyanto