RadarMadura.id - Aglaia odorata, yang dikenal juga sebagai Chinese Perfume Plant, kini kembali mencuri perhatian di dunia pengobatan alami.
Tanaman ini memiliki aroma khas yang lembut dan menenangkan.
Keunikan inilah yang membuatnya dimanfaatkan sebagai aromaterapi alami untuk meredakan stres.
Aroma bunga Aglaia odorata terbukti mampu memberikan efek relaksasi pada tubuh dan pikiran.
Kandungan minyak atsiri di dalamnya bekerja menstimulasi sistem saraf pusat.
Hasilnya, tubuh menjadi lebih tenang dan rileks secara alami.
Penggunaan bunga ini sebagai aromaterapi sudah dikenal sejak lama dalam tradisi pengobatan Asia Tenggara.
Masyarakat kerap meletakkan bunga kering di kamar atau mengolahnya menjadi minyak esensial.
Cara ini dipercaya membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan kualitas tidur.
Efek aromaterapi dari Aglaia odorata juga dinilai mampu menyeimbangkan suasana hati.
Wewangian alaminya merangsang produksi hormon serotonin dan dopamin.
Kedua hormon ini berperan penting dalam mengatur emosi dan rasa bahagia.
Di masa modern, tanaman ini mulai digunakan dalam produk-produk relaksasi seperti lilin aroma, teh herbal, dan minyak pijat.
Khasiatnya sebagai penurun stres membuatnya cocok untuk gaya hidup urban yang padat tekanan.
Tidak sedikit pula spa alami yang mulai mengandalkan tanaman ini dalam terapinya.
Keunggulan lain Aglaia odorata adalah tidak menimbulkan efek samping berbahaya.
Berbeda dengan obat kimia, aromaterapi dari bunga ini aman digunakan jangka panjang.
Inilah alasan banyak orang mulai beralih ke solusi herbal yang lebih ramah tubuh.
Tren back to nature turut mendorong popularitas tanaman aromatik seperti Aglaia odorata.
Selain berkhasiat, keharumannya juga mempercantik suasana ruangan.
Maka tak heran jika permintaan terhadap tanaman ini terus meningkat.
Para ahli herbal menyarankan menanam Aglaia odorata di rumah untuk mendukung terapi harian.
Cukup satu pot saja, sudah bisa menjadi sumber ketenangan alami setiap hari.
Kini saatnya menjadikan tanaman wangi ini bagian dari rutinitas sehat Anda. Syarifah)
Editor : Amin Basiri