Kesehatan, RadarMadura.id - Umbi garut (Maranta arundinacea) merupakan salah satu tanaman umbi-umbian yang mulai dilirik kembali sebagai pangan fungsional.
Meski kalah populer dibandingkan ubi jalar atau singkong, umbi garut memiliki beragam manfaat yang tak kalah penting, terutama untuk kesehatan.
Tanaman ini banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk Indonesia, dan telah dimanfaatkan secara turun-temurun sebagai makanan pendamping maupun obat tradisional.
Salah satu keunggulan utama dari umbi garut adalah kandungan patinya yang tinggi dan mudah dicerna oleh tubuh.
Oleh karena itu, umbi ini sering dijadikan makanan bagi orang yang sedang dalam masa pemulihan atau memiliki gangguan pencernaan.
Tekstur patinya yang halus membuatnya cocok dikonsumsi dalam bentuk bubur, kue, atau dijadikan tepung untuk campuran makanan.
Bahkan, di masa lalu, bubur umbi garut sering diberikan kepada balita atau orang tua yang mengalami gangguan pencernaan karena dianggap lebih aman dan tidak menimbulkan iritasi pada lambung.
Selain aman untuk lambung, umbi garut juga memiliki keunggulan lain, yaitu tidak mengandung gluten.
Hal ini menjadikannya alternatif terbaik bagi penderita celiac atau individu yang memiliki intoleransi terhadap gluten.
Dalam dunia kuliner modern, tepung garut mulai digunakan sebagai pengganti tepung terigu dalam pembuatan roti, kue, atau saus karena mampu memberikan tekstur lembut dan mudah larut dalam air.
Kandungan nutrisi umbi garut pun cukup lengkap. Umbi ini mengandung vitamin B kompleks, terutama vitamin B6 yang berperan penting dalam metabolisme energi.
Selain itu, terdapat juga mineral seperti kalium, zat besi, magnesium, dan fosfor yang mendukung fungsi saraf, otot, dan menjaga tekanan darah tetap stabil.
Baca Juga: Manfaat dan Bahaya Bayam Duri yang Perlu Anda Ketahui
Menariknya, indeks glikemik umbi garut tergolong rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang drastis.
Hal ini membuatnya aman dikonsumsi oleh penderita diabetes dalam jumlah yang sesuai.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa umbi garut memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi dan antimikroba.
Ekstrak dari bagian umbi diketahui dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri tertentu, meskipun studi lanjutan masih diperlukan untuk memastikan manfaat terapeutiknya secara medis.
Meski demikian, pemanfaatannya sebagai obat tradisional untuk mengurangi iritasi atau peradangan ringan sudah banyak dipraktikkan di masyarakat.
Selain untuk konsumsi, umbi garut juga dimanfaatkan dalam bidang perawatan kulit.Kandungan alami dari patinya dipercaya mampu menenangkan kulit yang kemerahan atau mengalami iritasi ringan.
Di beberapa produk perawatan kulit tradisional, pati garut digunakan sebagai bahan dasar bedak tabur alami.
Dengan beragam manfaat yang dimiliki, umbi garut layak diposisikan sebagai pangan lokal yang potensial dikembangkan.
Bukan hanya menyehatkan, tetapi juga ramah lingkungan dan ekonomis. Dalam era modern yang semakin sadar akan pola makan sehat dan berkelanjutan, kehadiran umbi garut menjadi salah satu solusi lokal yang patut untuk dijaga dan dilestarikan.**
Editor : Amin Basiri