BANGKALAN, RadarMadura.id – Penderita penyakit kusta di Bangkalan mencapai ratusan orang. Bahkan, menempati urutan terbanyak keempat dari 38 kabupaten di Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Mariamah menyatakan, penderita kusta yang tercatat selama 2024 mencapai 143 orang. Sedangkan selama Januari–Maret 2025 ditemukan 22 penderita baru.
”Penderita kusta terbanyak yaitu Kabupaten Sumenep, Sampang, Pamekasan, lalu Bangkalan,” ujarnya.
Kusta disebabkan bakteri mycobacterium leprae. Banteri itu menggerogoti sistem saraf manusia sehingga bisa mnyebabkan kelumpuhan.
”Gejalanya ada bintik putih di tubuh dan tidak disadari oleh penderita karena tidak terasa sakit,” terangnya.
Kusta juga dapat disebabkan lingkungan yang kurang bersih. Penyakit tersebut bisa menulas meaki inkubasinya membutuhkan waktu bertahun-tahun. ”Yang terjadi kebanyakan oleh lingkungan yang kotor,” paparnya.
Mariamah mengeklaim sudah gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya kusta. Sebab, masih ada masyarakat yang tidak menyadari penyakit kusta. ”Data yang terlapor tahun ini, ada 22 penderita baru,” katanya.
Perempuan berhijab itu mengimbau kepada masyarakat yang mengalami atau menemukan gejala penyakit kusta tersebut segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas. Sebab, proses penyembuhan penyakit itu juga membutuhkan waktu lama.
”Kalau belum cacat, penyakitnya bisa diobati dan untuk penyakit kusta basah bisa disembuhkan sekitar satu tahun. Sedangkan kusta kering bisa disembuhkan dengan waktu enam bulan,” pungkasnya. (din/jup)
Editor : Ina Herdiyana