PAMEKASAN, RadarMadura.id – Efek cuaca panas dapat menyebabkan kesehatan seseorang terganggu.
Dampak seriusnya bisa menyebabkan dehidrasi disertai gejala sakit. Sedikitnya 30 persen masyarakat Pamekasan keluhannya kekurangan cairan.
Praktisi Kesehatan Amir Chamdani menyampaikan, cauca panas saat ini cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Maka dari itu, masyarakat harus pandai menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan mengonsumsi air yang cukup. Minimal 2,5–3 liter dalam sehari.
”Itu untuk aktivitas normal di dalam ruangan. Tapi jika di luar ruangan, konsumsi air harus lebih banyak karena suhu di luar itu lebih panas,” ujarnya kemarin (25/10).
Ciri-ciri seseorang yang kekurangan cairan dapat diketahui dari warna urine.
Kepekatan pada warna urine menunjukkan kondisi cairan di dalam tubuh.
Semakin pekat warnanya, maka menunjukkan kondisi tubuh seseorang sangat kurang.
”Kalau warna kuningnya lebih tua, berarti itu sudah kekurangan cairan atau dehidrasi,” paparnya.
Pria yang juga wakil direktur RSUD Smart tersebut mencontohkan, gejala lain seseorang yang dehidrasi yaitu merasakan sakit pinggang, nyeri pada bagian kandungan kemih, dan sering sakit kepala.
Hal itu bisa dibuktikan pada sore hari hingga pukul 22.00.
”Karena pada waktu tersebut, kondisi ginjal sedang istirahat. Berbeda ketika siang hari yang konsentrasinya pada pekerjaan. Jika sudah terasa sakit perut hingga ke depan di bagian bawah perut itu sudah pertanda,” paparnya.
Selama musim kemarau 2024, mayoritas pasien yang menjalani pemeriksaan di RSUD Smart didiagnosis kekurangan cairan.
Bahkan, 30 persen di antaranya sakit pinggang yang mengarah pada kurangnya cairan dalam tubuh.
”Ketika dicek di UGD, mereka banyak yang mengeluh sakit pinggang belakang hingga ke depan. Jumat (25/10), tujuh orang yang melakukan pemeriksaan di rumah gejalanya sama,” sebutnya.
Amir mengimbau olahraga di cuaca kemarau harus menghindari penggunaan pakaian berbahan parasut.
Hal itu karena dapat membuat cairan tubuh tambah terkuras habis.
Pakaian yang bagus digunakan adalah yang bisa menyerap keringat.
”Pola makan juga harus seimbang antar lauk, sayur, dan buah itu wajib,” pungkasnya. (ay/jup)
Editor : Fatmasari Margaretta