PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Dari pusat Kota Pamekasan, menuju kediaman Amir Chamdani di Jalan Teja, Kelurahan Laden, tidak butuh waktu lama.
Dari Jembatan Gurem ke barat sekitar 2 kilometer sampai dengan rumah bercat hijau itu.
Dengan pakaian merah marunnya, Amir menyambut Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Sabtu (25/5).
Kemudian, dia menunjukkan tanaman bunga telang yang ada di samping rumahnya yang sudah berkisar dua tahun ditanam.
Menurutnya, bunga telang viral pada 2022 saat mantan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkenalkan teh bunga telang.
”Lalu, saya menanam di beberapa titik, ada di samping rumah ini, kemudian di lahan depan rumah,” katanya.
Cara tanamnya juga sangat mudah. Hanya menggunakan biji buah bunga telang berkisar tiga biji yang ditanam pada lubang dengan kedalaman 10 sentimeter.
Kemudian, disiram satu kali sehari sampai muncul bibit baru.
Berkisar tiga bulan tanaman tersebut sudah bisa berbunga. Asalkan, tanaman menjalar tersebut rajin disiram dan tidak boleh sampai ada batang dan daun yang kering.
”Terlebih saat musim kemarau, yang takaran penyiramannya harus lebih ditingkatkan, misal hanya satu gayung bisa ditambah dua atau tiga gayung,” ucap Amir.
Menurutnya, semua jenis tanah bisa ditanami bunga telang ini. Namun yang lebih bagus tanah berpasir warna hitam.
Hal itu membuat pertumbuhan daun bisa lebih segar, ukuran bunga lebih besar, dan tanaman benar-benar hidup.
Untuk pupuk, Amir menyarankan menggunakan pupuk kandang yang hasilnya nanti juga lebih baik.
Apabila tanaman berbunga menggunakan pupuk kimia, akan membuat daun atau bunganya tidak bisa tumbuh. Sebab, kandungan pupuk kimia terlalu panas.
”Di luar Madura juga gitu, banyak yang menggunakan pupuk kandang dan hasilnya lebih segar,” kata pria yang menjabat wakil direktur umum dan keuangan RSUD Smart Pamekasan itu.
Amir mengungkapkan, untuk menanam bunga telang ini disiapkan pagar agar leluasa untuk menjalar.
Hal itu memang sudah menjadi sifat dari tanaman dengan nama ilmiah Clitoria ternatea ini.
”Cukup mudah, manfaatnya banyak. Kalau saya, tidak perlu banyak pertimbangan lagi untuk menanam tanaman ini,” terangnya. (ail/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti