RadarMadura.id – Dikenal sebagai jenis vitamin yang larut dalam air, kandungan vitamin C kerap ditemukan dalam berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, seperti jambu biji, jeruk, lemon, stroberi, brokoli, paprika, cabai, dan tomat.
Kehadirannya dalam tubuh memiliki peran yang penting, mulai dari memberikan sumber antioksidan, meningkatkan kekebalan tubuh, hingga mendukung proses sintesis kolagen dan neurotransmitter.
Namun, pertanyaannya adalah, kapan waktu yang tepat untuk mengonsumsi vitamin C agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal? Jawabannya sebenarnya cukup fleksibel.
Vitamin C dapat dikonsumsi kapan saja, baik itu di pagi hari sebelum memulai aktivitas, maupun di malam hari sebelum tidur.
Hal yang perlu diperhatikan adalah kemampuan untuk menyesuaikan asupan vitamin C dengan kondisi kesehatan dan respons tubuh.
Jika ternyata mengonsumsi vitamin C pada malam hari mengganggu pola tidur, maka sebaiknya pilih untuk mengonsumsinya di pagi hari.
Selain itu, vitamin C dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, namun jika mengonsumsinya sebelum makan menimbulkan gejala seperti mual, muntah, atau diare, disarankan untuk mengonsumsinya setelah makan.
Agar penyerapan vitamin C oleh tubuh optimal, disarankan untuk memberi jeda sekitar 30-40 menit setelah makan sebelum mengonsumsi suplemen.
Ada berbagai bentuk suplemen vitamin C yang tersedia, mulai dari tablet kunyah, tablet yang dilarutkan dalam air, pil, permen, hingga suntikan.
Namun, penting untuk selalu memperhatikan dosis yang direkomendasikan oleh dokter, para ahli biasanya merekomendasikan dosis harian vitamin C sekitar 75-90 miligram.
Mengonsumsi hingga 500 miligram per hari dianggap aman dan cukup untuk menjaga kesehatan secara umum.
Namun, kembali lagi penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengambil keputusan terkait dosis suplemen vitamin C yang tepat untuk Anda. (andrian)
Editor : Achmad Andrian F