BANGKALAN, RadarMadura.id – RSUD Syamrabu membuka poli vaksinasi terpadu. Dibukanya layanan itu membuat RSUD Syamrabu bisa mengeluarkan sertifikat vaksin internasional.
Layanan itu diluncurkan Penjabat (Pj) Bupati Bangkalan Arief M. Edie, Selasa (27/2).
Adanya layanan tersebut mempermudah masyarakat yang ingin ke luar negeri untuk berbagai kepentingan.
Vaksinasi bersertifikat internasional tersebut merupakan layanan yang pertama di Madura.
Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie mengapresiasi dibukanya poli vaksinasi terpadu di rumah sakit pelat merah tersebut.
Layanan itu dihadirkan berkat kerja sama antara manajemen RSUD Syamrabu dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Surabaya.
”Kami (Pemkab Bangkalan) sampaikan terima kasih kepada Kepala KKP Kelas I Surabaya Rosidi Roslan yang memberikan kewenangan pada RSUD Syamrabu untuk mengeluarkan sertifikat vaksin internasional,” ujarnya.
Layanan poli vaksinasi terpadu RSUD Syamrabu akan mempermudah masyarakat yang ingin keluar negeri untuk berbagai kepentingan.
Misalnya, haji, umrah, liburan, maupun urusan pekerjaan. Apalagi, saat ini banyak masyarakat Bangkalan yang memilih bekerja ke luar negeri.
”Dengan dibukanya layanan ini, masyarakat tidak perlu vaksinasi bersertifikat internasional ke Surabaya, cukup datang ke RSUD Syamrabu sesuai dengan prosedur,” ujarnya.
Kepala KKP Kelas I Surabaya Rosidi Roslan menjelaskan, vaksinasi dapat melindungi individu pelaku perjalanan.
RSUD Syamrabu satu-satunya fasilitas kesehatan (faskes) di Madura yang diberi kewenangan untuk mengeluarkan sertifikat vaksin internasional.
Dengan demikian, RSUD Syamrabu dapat meng-cover masyarakat dari tiga kabupaten lainnya di Madura yang ingin mendapat sertifikat vaksin internasional. ”Tetapi, semua itu bergantung kemampuan rumah sakit,” katanya.
Direktur RSUD Syamrabu Farhat Surya Ningrat menyatakan, lembaganya membuka layanan poli terpadu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sebab, selama ini banyak warga Bangkalan yang ingin mendapat sertifikat vaksin internasional.
”Karena warga kita ini kan banyak yang bekerja ke luar negeri. Selain itu, ada permintaan dari jasa perjalanan,” imbuhnya.
Mantan ketua IDI Bangkalan itu menambahkan, RSUD Syamrabu juga menyiapkan layanan bagi pejuang devisa asal Bangkalan yang sakit.
Yaitu, dijemput kedatangannya dan dibawa ke RSUD Syamrabu untuk berobat.
Apalagi, RSUD Syamrabu memiliki layanan Ambulans Peduli Tretan Dhibi’ (Ampibi).
Yaitu, inovasi layanan penjemputan pasien menggunakan ambulans RSUD Syamrabu. ”Layanan Ampibi kami siapkan untuk melayani 24 jam,” katanya. (jup)
Editor : Fatmasari Margaretta