PAMEKASAN, RadarMadura.id – Pemprov Jatim akan membeli sejumlah alat kesehatan (alkes).
Hal itu agar pelayanan yang diberikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Noer Pamekasan kepada masyarakat kian optimal.
Nominal anggaran yang disiapkan sebesar Rp 9,9 miliar.
Berdasar penelusuran JPRM melalui sistem informasi rencana umum pengadaan (SIRUP), ada delapan alkes yang akan dibeli.
Di antaranya, belanja modal alat rumah tangga lainnya (home use), alat kedokteran umum, alat kedokteran bedah, serta alat kedokteran telinga hidung dan tenggorokan (THT).
Kemudian, alat kedokteran mata, alat kedokteran anak, alat kedokteran jantung, dan laboratorium mikrobiologi.
Direktur RSUD Mohammad Noer Pamekasan Nono Ifantono menyatakan instansinya membutuhkan tambahan alkes.
Itu dilakukan untuk menunjang pelayanan kesehatan kepada masyarakat Madura. ”Khususnya warga Kabupaten Pamekasan dan sekitarnya,” katanya.
Dijelaskan, anggaran belanja alkes tersebut bersumber dari pajak rokok.
Akan tetapi, bukan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Sebab, antara pajak rokok dan DBHCHT tidak sama.
”Jadi, sumber anggarannya dari pajak rokok ya, bukan DBHCHT. Ini beda, mungkin ada yang beranggapan sama,” ulasnya.
Menurutnya, belanja alkes belum terealisasi. Namun, dia memastikan akan merealisasikan sebelum anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan Jatim dibahas.
”Yang jelas tahun ini. Sebelum Oktober sudah harus tuntas semuanya,” tandasnya. (di/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta