PAMEKASAN, RadarMadura.id – Anggaran pengadaan obat-obatan yang disiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Waru mencapai miliaran. Pengadaan obat tersebut dilakukan dua kali.
Yakni, senilai Rp 2.600.000.000 menggunakan sistem e-purchasing dan Rp 300.000.000 pengadaan langsung.
Direktur RSUD Waru Nanang Suryanto membenarkan terkait anggaran tersebut. Menurut dia, pengadaan obat-obatan itu disiapkan untuk satu tahun anggaran. Penganggarannya dari badan layanan umum daerah (BLUD).
”Iya, benar. Pengadaan obat itu untuk satu tahun anggaran. Belanja obat-obatan itu memang rutin dilakukan,” katanya kepada JPRM Jumat (9/2).
Dia menyampaikan, setiap rumah sakit harus memenuhi kebutuhan obat-obatan. Tujuannya, layanan kesehatan masyarakat lebih optimal. ”Kan tidak mungkin kalau rumah sakit itu tidak punya obat jika ada pasien,” ujarnya.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Imam Hosairi mengutarakan, sektor kesehatan termasuk program prioritas yang harus dipenuhi pemerintah.
Karena itu, pelayanannya harus maksimal. Termasuk menjamin ketersediaan obat-obatan di fasilitas kesehatan (faskes).
Dia meminta, semua anggaran yang ada dimanfaatkan sebaik mungkin. Jika anggaran obat-obatan itu belum terpakai, dia meminta RSUD Waru segera merealisasikan. Dengan begitu, stok obat-obatan terpenuhi sesuai dengan kebutuhan.
”Kita ingin akses kesehatan itu maksimal. Kalau anggaran obat-obatannya sudah ada, silakan dibelanjakan. Jangan mengulur-ulur waktu,” pintanya. (di/bil)
Editor : Ina Herdiyana