RadarMadura.id – Buah mengkudu ( Morinda citrifolia) mungkin tidak terlalu populer di kalangan masyarakat Indonesia karena rasanya yang pahit dan baunya yang menyengat.
Namun, jangan salah, buah yang juga dikenal dengan nama pace, noni, atau kudu ini ternyata memiliki kandungan nutrisi dan zat aktif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.
Menurut penelitian, buah mengkudu mengandung karbohidrat, protein, gula, vitamin C, vitamin E, biotin, folat, magnesium, kalium, kalsium, dan selenium.
Buah mengkudu juga kaya akan antioksidan, seperti flavonoid dan saponin, serta berbagai zat yang bersifat antiradang dan antibakteri.
Beberapa manfaat buah mengkudu untuk kesehatan yang telah diteliti secara ilmiah adalah:
- Mencegah dan memperbaiki kerusakan sel tubuh akibat paparan radikal bebas
- Menjaga kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah, sehingga mencegah penyakit kardiovaskular, seperti stroke dan penyakit jantung.
- Mengurangi nyeri dan pembengkakan pada sendi, misalnya pada penderita osteoarthritis.
- Meningkatkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh lebih kuat melawan bakteri dan virus penyebab penyakit.
- Menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan efektivitas hormon insulin, sehingga baik untuk penderita diabetes.
- Menjaga berat badan dan mencegah obesitas, dengan mengurangi kolesterol dan lemak, serta meningkatkan metabolisme.
Baca Juga: Distinasi Wisata Populer di Bogor, Curug Cibaliung Pilihannya
Selain itu, buah mengkudu juga diklaim dapat membantu mengatasi berbagai penyakit lain, seperti kanker, infeksi, alergi, asma, hipertensi, depresi, dan gangguan pencernaan.
Namun, klaim-klaim ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan kebenarannya.
Meski demikian, buah mengkudu tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan, karena dapat menimbulkan efek samping, seperti mual, muntah, diare, sakit kepala, dan gangguan hati.
Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi buah mengkudu, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain. (hasan)
Editor : Hasan Bashri