Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sembilan Anak Positif Polio, Dinkes KB Sampang: Pencegahan Paling Efektif melalui Imunisasi

Berta SL Danafia • Sabtu, 27 Januari 2024 | 18:34 WIB
DEMI KESEHATAN: Kepala Puskesmas Kamoning Hurin Ain meneteskan imunisasi polio ke mulut anak, Rabu (24/1). (PUSKESMAS KAMONING UNTUK JPRM)
DEMI KESEHATAN: Kepala Puskesmas Kamoning Hurin Ain meneteskan imunisasi polio ke mulut anak, Rabu (24/1). (PUSKESMAS KAMONING UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Jumlah kasus anak yang terserang polio bertambah. Semula hanya dua anak, kini bertambah sembilan anak.

Dinkes KB Sampang menyebutkan, pencegahan virus polio paling efektif melalui imunisasi.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes KB Sampang Samsul Arifin mengatakan, kasus di Kota Bahari ditemukan setelah balita asal Klaten, Jawa Tengah, dinyatakan positif polio.

Balita tersebut terdeteksi memiliki gejala polio setelah datang dari Sampang.

Merespons temuan tersebut, Dinkes KB Sampang melakukan tindakan surveilans atau pengamatan lanjutan. Tujuannya, kasus bisa segera ditangani.

Tim melakukan screening atau pemeriksaan ke 200 rumah di Desa Banjar, Kecamatan Kedungdung.

”Karena yang pertama kali ditemukan kan balita yang tinggal di Klaten, Jawa Tengah, itu dari Banjar,” ujarnya.

Selain screening, Dinkes KB Sampang mengambil sampel 30 balita sehat untuk diperiksa.

Hasilnya, terdapat sembilan anak yang dinyatakan positif polio. Namun, mereka sehat dan tidak mengalami gejala.

”Sembilan balita ini tidak sakit. Mereka hanya carrier atau membawa virus,” tutur Samsul saat ditemui di ruangannya Jumat (26/1).

Dia menjelaskan, polio bisa menular melalui air atau makanan yang terkontaminasi bahan feses dari orang yang terinfeksi.

Jika sembilan balita tersebut buang air besar (BAB) sembarangan, kemungkinan akan menulari anak-anak di sekitarnya.

”Jadi, pasien yang dinyatakan positif tetap bisa menularkan penyakit polio pada anak lainnya,” jelasnya.

Samsul mengungkapkan, Dinkes KB Sampang juga melakukan Sub Pekan Imunisasi Nasional (Sub PIN) Polio pada balita berusia 0–7 tahun.

Total sasarannya 130.131 anak se-Kabupaten Sampang. Menurut dia, hingga kemarin (Jumat, Red), capaian imunisasi sudah 96,5 persen atau 120.257 anak.

”Dalam beberapa kesempatan, tim imunisasi masih menemukan beberapa kendala di lapangan. Misalnya, mendapat penolakan dari masyarakat,” ungkapnya.

Karena itu, Samsul mengajak masyarakat Kota Bahari menyukseskan kegiatan nasional tersebut.

Sebab, hal itu akan berpengaruh terhadap kekebalan tubuh anak. ”Harapannya, anak terbebas dari penyakit menular,” harapnya.

Kepala Puskesmas Kamoning Hurin Ain menyampaikan, target sasaran imunisasi polio mencapai 6.998.

Hingga kemarin, anak yang sudah diimunisasi mencapai 95 persen. ”Alhamdulillah, capaiannya sudah 95 persen sesuai data sasaran pusdatin,” ucapnya.

Puskesmas Kamoning terus bergerak melakukan imunisasi. Untuk mengejar capaian seratus persen, Hurin melakukan sweeping ke rumah warga.

Menurut dia, pencegahan penyakit polio paling efektif dengan pemberian imunisasi polio lengkap.

”Imunisasi itu untuk mencegah penyakit polio. Makanya, saya turun langsung ke sasaran yang menolak,” pungkasnya. (afg/bil)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Berta SL Danafia
#anak #sampang #polio #madura