BANGKALAN, RadarMadura.id – Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) dan Kelompok Studi Dermatologi Sosial Indonesia (KSDSI) melakukan pengobatan scabies gratis di Ponpes Nurul Cholil, Junat (19/1). Kegiatan tersebut diapresiasi Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie.
Arief mendukung dan mengapresiasi pelaksanaan bakti sosial (baksos) yang digelar Perdoski dan KSDSI.
Apalagi, sasaran dari kegiatan yang dilaksanakan yaitu di lingkungan ponpes. Pihaknya berharap kegiatan itu tidak hanya dilaksanakan sekali.
"Partisipasi aktif dokter penyakit kulit dan kelamin ini sangat bermanfaat," ujarnya.
Persebaran penyakit kulit dalam kehidupan berasrama sangat rentan terjadi apabila kebersihan kurang diperhatikan.
Dengan begitu, sangat penting bagi siapa pun yang tinggal secara berkelompok atau berasrama untuk menjaga kebersihan.
"Gejala penyakit kulit ini tidak hanya terjadi pada kehidupan berasrama di pesantren. Namun, juga terjadi di akademi Polri, TNI maupun sipil," imbuhnya.
Dalam kesempatan itu, Arief juga berharap Farhat Surya Ningrat yang merupakan pengurus KSDSI dan direktur RSUD Syamrabu untuk berperan aktif menjaga kesehatan masyarakat. Termasuk di lingkungan ponpes yang ada di Bangkalan.
Apalagi saat ini musim penghujan, banyak masyarakat yang menderita infeksi saluran pernapasan (ISPA).
Sementara di berbagai daerah banyak ditemukan warga yang awalnya menderita ISPA, tapi saat diperiksa ternyata mengalami Covid-19.
"Meski covid bukan KLB, ini harus tetap kita antisipasi," ujarnya.
Pengurus KSDSI Farhat Surya Ningrat menyampaikan banyak terima kasih atas apresiasi yang diberikan Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie.
Pihaknya juga berterima kasih kepada pengasuh Ponpes Nurul Cholil yang sudi berkolaborasi dalam bakti sosial yang dilaksanakan Perdoski dan KSDSI.
Kami bangga dan senang bisa berkolaborasi untuk memberikan baksos menuju Indonesia bebas scabies," katanya. (jup)
Editor : Fatmasari Margaretta