PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sebutan bahwa bumi Madura tandus tak sepenuhnya benar. Sebab, bermacam buah-buahan, sayuran, dan jenis lain tumbuh subur di atas pulau ini. Salah satunya buah anggur seperti yang ditanam oleh Imam Marzuki.
Rumah Imam terletak di Desa Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Di sebelah selatan rumahnya terdapat kebun. Kebun itu ditanami buah anggur dengan beberapa jenis.
”Saya memang suka bertani sejak pensiun dari aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sembari mengisi kekosongan. Salah satunya menanam anggur ini,” tuturnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Sabtu (9/12).
Pria 67 tahun itu menerangkan, menanam pohon anggur tidak boleh sembarangan. Jika sembarangan akan memengaruhi lebat tidaknya buah. ”Kalau mau buahnya lebat, caranya harus benar. Sehingga, hasil buah lebat, besar-besar, dan manis,” terangnya.
Menurutnya, ilmu dalam menanam buah anggur saat ini mudah dipelajari. Sebab, di zaman serbadigital, gadget menjadi kemudahan dalam mencari informasi. Semuanya ada dalam genggaman, tinggal klik. ”Saya juga banyak belajar dari YouTube untuk menanam anggur ini. Banyak cara yang bisa kita serap untuk dipraktikkan dalam menanam buah,” ujarnya.
Bapak dari dua anak itu menerangkan, menanam buah anggur harus telaten. Sebelum menanam hendaknya menyediakan bahan terlebih dahulu seperti tanah, sekam bakar, kompos dari campuran daun kering dan pelepah pisang.
”Kemudian juga yang terpenting menyediakan lubang dengan diameter minimal baik tinggi, lebar maupun kedalamannya 70 sentimeter. Semakin besar ukurannya, makin bagus hasilnya nanti,” ujarnya.
Menanam buah anggur membutuhkan kesabaran. Sebab, untuk sampai berbuah dari penanaman bibit hingga berbuah memerlukan waktu berbulan-bulan. Paling cepat itu delapan bulan sudah berbuah.
Dia menambahkan, dalam menanam buah anggur tidak bisa hanya dibiarkan begitu saja untuk menghasilkan buah yang lebat dan bagus, harus memperhatikan batang. Batang pertama biasanya disebut primer, sedangkan batang kedua disebut sekunder.
”Biasanya buah yang bagus dihasilkan dari batang ketiga yang disebut batang tersier. Untuk menghasilkan batang tersier, mesti memangkas dua ruas dari batang kedua,” ujarnya.
Jika batang kedua tidak dipangkas, akan berpengaruh pada kelebatan buah. Sebab, jika pada ruas kedua pada batang kedua tidak dipotong, buah yang dihasilkan akan sedikit. ”Tapi kalau dipotong, buahnya akan lebat. Untuk membuat buah besar-besar, hendaknya dalam satu gundhung (Madura) diberi ruang. Buah yang paling kecil hendaknya dicabut,” ujarnya.
Menurutnya, menanam buah anggur membutuhkan sinar matahari yang cukup. Dengan begitu, saat musim kemarau hasil buah anggur lebih bagus. Jika ditanam di bawah rindang pohon, buahnya juga sedikit dan kurang subur.
”Untuk musim hujan mudah busuk. Kalau mau bagus mesti dengan cara diberi atap fiber glass yang rata, sehingga terhindar dari air hujan,” jelasnya.
Cocok untuk Menurunkan Berat Badan
Buah anggur kaya manfaat. Buah yang kaya vitamin C tersebut baik untuk kesehatan. Namun, harus memperhatikan kondisi tubuh dan kebersihan buah.
Dokter spesialis mikrobiologi RSUD dr H Slamet Martodirdjo Swiandini Kumala mengatakan, buah anggur kaya akan vitamin C. Fungsi vitamin C itu untuk meningkatkan daya tahan tubuh. ”Sehingga, tubuh tidak mudah diserang oleh penyakit,” paparnya.
Dalam buah anggur juga mengandung vitamin K dan vitamin B. Fungsinya sama, untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Juga untuk melancarkan pencernaan dan kesehatan jantung. ”Termasuk juga kandungan kalium dapat menurunkan tekanan darah,” ujarnya.
Selain kaya akan vitamin C, buah anggur juga kaya antioksidan. Fungsinya dapat menetralisasi racun-racun yang ada di dalam tubuh. ”Fungsi lainnya, yakni untuk memelihara kesehatan kulit,” ujarnya.
Dia menambahkan, buah anggur juga rendah kalori. Karena itu cocok untuk dikonsumsi bagi yang sedang menjalankan diet untuk menurunkan berat badan. ”Bisa dikonsumsi sebagai camilan agar rasa kenyang lebih lama,” ujarnya.
Buah anggur bisa dikonsumsi langsung maupun dibuat jus. Namun harus disterilkan dengan dicuci bersih agar kandungan pestisidanya tidak masuk dalam tubuh.
Mala menambahkan, pada umumnya semua buah lebih bagus dikonsumsi sebelum makan. Namun pada penderita penyakit tertentu, seperti penderita mag, hendaknya dikonsumsi setelah makan. ”Jika dikonsumsi sebelum makan, kalau punya penyakit mag, akan meningkatkan asam lambung,” jelasnya. (bai/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti