BANGKALAN, RadarMadura.id – Kerusakan di area persendian menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi. Prosedur penanganan untuk mendiagnosis dan mengobati pasien yang mengalami masalah persendian yaitu dengan cara arthroscopy.
Prosedur itu dilakukan dengan alat tabung kecil yang dilengkapi kamera video dan lampu. Alat tersebut memungkinkan dokter untuk mengetahui sendi tanpa harus membuat sayatan besar. Cara itu minim rasa sakit dan risiko infeksi. Selain itu, masa penyembuhannya lebih cepat.
”Melalui penggunaan arthroscopy, dokter bisa memperbaiki beberapa jenis kerusakan di area sendi, termasuk tendon atau urat di sekitarnya,” ucap dokter ortopedi RSUD Syamrabu dr Ida Bagus Adi Prayoga, Sp.OT.
Arthroscopy merupakan prosedur untuk melihat berbagai masalah di area persendian tubuh pasien. Terutama di bagian lutut, bahu, dan pergelangan kaki yang merupakan sendi paling sering mendapat prosedur arthroscopy.
Salah seorang pasien RSUD Syamrabu yang dilakukan tindakan arthroscopy berasal dari Kecamatan Kamal. Pemicunya, urat bahu kanan robek. Sedangkan operasinya dilakukan di Ruang Instalasi Bedah Sentral di RSUD Syamrabu, Selasa (3/10).
”Sebelum dilakukan tindakan operasi, pasien sudah melakukan pengobatan fisioterapi dan pemberian obat, tapi belum bisa memulihkan rasa nyeri yang diderita,” imbuhnya.
Sebelum dilakukan tindakan operasi, pasien sudah menjalani pemeriksaan dan foto rontgen dan magnetic resonance imaging (MRI). Hasilnya, didapatkan adanya robekan pada tendon atau sisi bahu kanan. ”Sehingga pasien mengalami nyeri, terutama saat mengangkat tangan,” ujar pria yang biasa dipanggil Dokter Adi itu.
Prosedur arthroscopy sangat minim dilakukan pembedahan. Sebab, hanya ada tiga sayatan kecil sekitar satu sentimeter. Salah satu manfaat yang akan dirasakan yaitu luka pascaoperasi akan lebih cepat pulih dibandingkan metode operasi terbuka.
Pasien dirawat di Ruang Anggrek dengan fasilitas BPJS Kelas I. Dengan demikian, pasien tidak mengeluarkan biaya dalam menerima layanan selama tindakan operasi dan perawatan. Selain itu, petugas di Ruang Anggrek rutin melakukan briefing kepada keluarga penunggu pasien setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
”Kegiatan ini bersifat edukasi, motivasi, dan pendekatan emosional. Tentunya, pasien dan keluarga lebih paham terhadap kondisi yang diderita. Pasien diharapkan segera membaik dan beraktivitas seperti semula,” ucapnya. (jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Ina Herdiyana