PAMEKASAN, RadarMadura.id – Daging buah maja atau buah billa tidak bisa dimanfaatkan. Namun, daun buah tersebut dipercaya dapat dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai pengobatan.
Salah satu pemilik buah maja Zainullah mengatakan, dia memiliki satu pohon buah maja di pekarangan rumah. Pohon tersebut ditanam untuk dijadikan sebagai peneduh. ”Karena daunnya bagus, tidak mudah rontok,” kata dia.
Menanam buah tersebut disenangi karena perawatannya mudah. Meskipun tidak disiram air, pohon buah tersebut akan tetap tumbuh subur. ”Saat musim hujan, daunnya lebih lebat, perlu dipangkas agar tidak terlalu rindang,” jelasnya.
Warga Desa Tambung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan itu menerangkan, buah maja yang ditanam di pekarangan rumah tidak bisa dimanfaatkan daging buahnya. Sebab, jika dikonsumsi dapat memabukkan. ”Biasanya oleh warga buah tersebut kulitnya dimanfaatkan untuk dijadikan gayung karena kulitnya keras,” ujarnya.
Pria 68 tahun itu memaparkan, meskipun buahnya tidak bisa dimanfaatkan, buah maja tersebut bukan tanaman yang berbuah musiman. Sepanjang waktu selalu berbuah. ”Saat sudah lebat buahnya dan matang, karena tidak bisa dimanfaatkan, saat jatuh dibiarkan saja tidak diambil,” ujarnya.
Buah tersebut mudah tumbuh di tanah jenis apa saja. Sebab, untuk menanam buah tersebut tinggal memetik rantingnya, kemudian ditanam. ”Tapi tetap, buahnya tidak bisa dikonsumsi. Selain bau, juga dapat memabukkan,” ujarnya.
Bapak empat anak itu menerangkan, buah tersebut meski tidak bisa dikonsumsi masih banyak yang meminta daunnya untuk dijadikan obat. Kebanyakan digunakan untuk mengobati kencing manis. ”Biasanya di ambil daun yang muda, kemudian direbus dan diambil air rebusannya untuk diminum sebagai obat menyembuhkan penyakit kencing manis,” terangnya.
Dikutip dari alodokter.com, buah maja mengandung beragam manfaat. Yakni, mengatasi diare, mengatasi infeksi kulit, mengatasi sembelit, mengobati diabetes, mencegah asam lambung naik, memelihara fungsi hati, dan mengurangi risiko terkena kanker.
Meski demikian, redaksi menyarankan pembaca tidak mengonsumsi buah ini sembarangan. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Dengan begitu, bisa diketahui khasiat, tata cara konsumsi, dan takarannya untuk mencegah dampak terburuk pada kesehatan.
Tidak Bernilai Jual, Pohon Maja Tak Dibudidayakan
Buah maja memang mudah tumbuh. Namun, pohon ini tidak banyak terlihat di Pamekasan. Sebab, buah maja terbilang tanaman yang tidak dibudidayakan oleh petani. Sebab, dinilai kurang menguntungkan.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Pamekasan Didik Haryono mengatakan, buah maja masih sulit ditemukan. Sebab, tidak ada sama sekali petani yang membudidayakan. ”Sementara belum ada petani yang menanam buah maja itu,” ujarnya.
Didik menjelaskan, jika buah tersebut dinilai kurang menguntungkan, pasti jarang petani membudidayakannya. Jika ada yang masih menanam, kebanyakan hanya dijadikan sebagai hiasan di pekarangan rumah. ”Karena tidak ada nilai jual dari buah maja itu,” ujarnya.
Pihaknya belum mengetahui manfaat dari buah tersebut. Sebab, bukan termasuk tanaman prioritas yang biasa ditanam oleh petani. ”Kalau di zaman dulu, kulit buah itu memang digunakan untuk dijadikan sebagai canteng (gayung) untuk mandi,” katanya. (bai/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti