PAMEKASAN, RadarMadura.id – Warga yang mengidap penyakit kanker serviks di Kota Gerbang Salam meningkat. Berdasar data yang dihimpun dari dinas kesehatan (dinkes), dalam satu semester tahun ini, jumlahnya mencapai belasan orang.
Kasi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa, dan Napza Dinkes Pamekasan Rofiki mengatakan, dari 881 orang yang menjalani skrining pada 2022, tiga orang dinyatakan mengidap kanker serviks. ”Kalau satu semester tahun ini, dari 3.162 orang yang diskrining, 13 orang menderita kanker serviks,” katanya.
Menurut dia, pemicu kanker serviks beragam. Di antaranya, kurang menjaga kesehatan, gonta-ganti pasangan, dan menikah di bawah usia 18 tahun, ”Kebanyakan diderita mereka yang sedang berada pada masa subur. Usia penderita berkisar 30–50 tahun,” ujarnya.
Agar tidak mengidap kanker serviks, dia mengajak seluruh masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Misalnya, tidak merokok, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin berolahraga.
”Kami sosialisasikan hal tersebut melalui Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu-PTM) yang sudah tersebar di semua desa. Kami akan terus memberikan pemahaman dan mengedukasi masyarakat untuk melakukan PHBS agar terhindar dari penyakit tersebut,” terangnya.
Dia mengimbau seluruh masyarakat rutin memeriksakan kesehatan. Dengan demikian, dapat mengantisipasi terjangkitnya penyakit, terutama kanker serviks. ”Pemeriksaan itu tidak dipungut biaya alias gratis. Jadi, silakan manfaatkan fasilitas kesehatan yang ada di setiap kecamatan,” sarannya.
Ketua Komisi VI DPRD Pamekasan Imam Hosairi menyatakan, jika jumlah pengidap kanker serviks masih tinggi, dinas terkait hendaknya lebih gencar melakukan pencegahan. ”Salah satunya dengan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Dengan begitu, tidak terkesan melakukan pembiaran,” pungkasnya. (bai/yan)
Editor : Berta SL Danafia