RadarMadura.id – Tantrum pada anak bisa datang kapan saja. Tantrum adalah keadaan ketika anak kehilangan kendali atas emosinya. Seperti menangis, berteriak, menendang, berguling di lantai, bahkan melempar barang atau mainannya. Hal demikian terkadang membuat orang tua bingung harus berbuat apa. Tapi, Bunda harus tetap tenang saat menghadapi anak tantrum.
Dilansir What to Expect, menurut Lauren Crosby, terdapat sejumlah penyebab anak alami tantrum. Seperti, frustrasi dengan kemampuannya sendiri yang terbatas untuk mengungkapkan perasaannya atau berkomunikasi. Bisa juga karena lapar, lelah, atau bosan.
Berikut beberapa tips yang bisa Bunda terapkan saat anak tantrum.
Hadapi dengan tenang dan tidak berteriak
Jika anak menjadi lebih agresif, seperti berteriak, memukul, menendang, bahkan menggigit dan melempar barang, biasanya hal ini membuat Bunda merasa kesal dan terpancing emosi. Jangan ikutan emosi ya, Bun. Lebih baik Bunda mengubah suasana, jangan lari dari situasi. Ini dilakukan supaya anak memahami apa yang Bunda katakan.
Biarkan anak marah sampai reda
Membiarkan anak marah saat tantrum adalah salah satu cara yang bisa Bunda terapkan. Biarkan anak merasakan emosinya, namun tetap dalam pantauan Bunda. Linda Pearson, R.N., seorang praktisi perawat keluarga yang berbasis di Denver sekaligus penulis The Discipline Miracle mengatakan, seorang anak terkadang hanya perlu melampiaskan amarahnya. Jadi, biarkan saja ya, Bunda.
Beri anak pelukan
Memberi pelukan saat anak tantrum adalah salah satu cara untuk membuatnya lebih tenang. Bunda juga bisa sambil lalu menanyakan apa yang dia inginkan dan menjelaskan padanya secara perlahan namun tetap tegas. Tidak dengan ancaman ya, Bun.
Gunakan perintah singkat dan jelas
Tantrum dapat diatasi dengan cara memberikan perintah yang singkat, sederhana, dan jelas. Intinya, to the point aja ya, Bunda. Cara ini bisa dilakukan ketika anak merengek menginginkan sesuatu. Tapi, Bunda jangan langsung mengabulkan. Cobalah berikan penjelasan secara perlahan, dengan bahasa yang sederhana namun tegas agar anak memahami mengapa Bunda melarang atau tidak mengiyakan semua permintaannya.
Alihkan perhatian anak pada hal lain
Selain pelukan, menghadapi anak tantrum bisa dengan cara mengalihkan perhatiannya pada hal lain. Seperti mengajak anak bermain permainan yang dia sukai. Bisa juga dengan membeli atau memasak makanan favoritnya. Bunda juga bisa mengajak anak untuk ikut masak bersama.
Menurut American Academy of Pediatric (AAP), orang tua yang bereaksi dengan tenang tanpa terpancing emosi membantu anak memahami batasannya. Juga, dapat membantu anak merasa lebih terlindungi dan terkendali.
Nah, Bunda, ketika anak tantrum jangan dibentak atau dimarahi, ya. Bunda bisa mulai mengajarkan anak bagaimana mengekspresikan diri. Baik itu marah, cemburu, maupun tidak puas akan suatu hal. Semoga informasinya bermanfaat ya, Bunda.
Editor : Hera Marylia Damayanti